
KETAPANGNEWS.COM—Upaya pencegahan masuknya faham radikalisme di Kabupaten Ketapang terus dilakukan aparat kepolisian. Selain masyarakat, mahasiswa juga menjadi objek sosialisasi untuk menangkal paham berbahaya itu.
Salah satu dari upaya menangkal masuknya paham radikal di Perguruan Tinggi (PT), Senin (29/1) Polisi Sektor (Polsek) Delta Pawan melalui Kanit Binmas, Ipda Sri Marjana memberikan kuliah umum di Kampus Politekhnik Negeri Ketapang.
Kegitan itu bertujuan agar setiap mahasiswa memahami, bahwa paham radikal dapat memecah belah persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sri Marjana mengungkapkan, disampaikannya kuliah umum tentang radikalisme di PT, lantaran kampus adalah kumpulan orang cerdas. Sehingga mudah memahami, sekaligus ikut serta mensosialisasikan ke masyarakat tentang bahayanya radikalisme.
“Kita terus berupaya memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat tentang bahayanya faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila,” ungkap Sri Marjana, Senin (29/1).
Selain paham radikalisme, ia juga menyampaikan terkait akan dilaksanakannya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018. Dimana ia berpesan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa agar jangan mau dijadikan komuditas pelaku politik praktis.
Selanjutnya, tetap menjaga persatuan, terlebih kita semua adalah bersaudara. Perbedaan Agama, suku dan pilihan jangan dijadikan sebagai alat pemecah persaudaraan.
“Jaga persatuan dan kesatuan, NKRI harga mati, kebhenikaan adalah warna bangsa dan mesti dijaga. Termasuk didalamnya dasar idiologi Pancasila dan kontitusi UUD 45 yang juga harus dijaga bersama,” tutupnya.(absa).