
KETAPANGNEWS.COM,Kayong Utara—Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kayong Utara (KKU) menggelar deklarasi tolak dan lawan politik uang serta politisasi SARA, untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati KKU 2018 Berintegritas, Rabu (14/2) di Hotel Mahkota Kayong, Jalan Utama Laut Sukadana.
Deklarasi tersebut dihadiri oleh Ketua KPU, Kapolres, Pabung Kodim 1203/Ketapang, Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Tiga Calon Bupati dan Wakil Bupati KKU, Unsur pemerintah, partai politik, Camat, dan Kepala Desa (Kades) serta Elemen masyarakat.
Dalam deklarasi tersebut semua yang hadir ikut membaca isi deklarasi secara bersama dengan ketua Panwaslu, serta penandatanganan sebagai bentuk komitmen menolak politik uang dan Sara.
Ketua Panwaslu, Dahlia SPd I mengatakan, bahwa deklarasi tersebut dilaksanakan atas dasar intruksi Bawaslu RI. Dalam pelaksanaan dilakukan secara serentak oleh seluruh Panwas Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan Serentak.
“Komitmen bersama ini menjadi kunci bagi kita semua untuk bersama menciptakan setiap Pemilihan Serentak 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan sara dalam kampanye,” kata Dahlia saat sambutan.
Menurutnya hambatan kualitas Pemilihan Serentak adalah politik uang dan Sara. Politik uang menjadi musuh bersama karena praktik tersebut akan menciptakan potensi Korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Di KKU unsur sara tidak begitu kuat, karena pemetaan etnis dan agama masih satu rumpun melayu, meskipun unsur sara tidak begitu kuat tapi potensi sara berpotensi menganggu persaudaraan dalam NKRI ini bisa terjadi ketika kampanye calon Gubernur dan Wakil Gubernur,” ungkapnya.
Ia juga berharap kepada semua pihak dan seluruh rakyat Indonesia secara sungguh-sungguh sepakat dan berkomitmen untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas, tanpa praktik politik uang dan politisasi SARA.
“Bersama rakyat awasi pemilu, bersama banwaslu tegakkan keadilan pemilu,” harapnya.
Dahlia juga menyampaikan bahwa panwaslu sedang melakukan sosialisasi dan survei pemilih pemula terhadap seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) di KKU. Hal ini dikarenakan banyak pemilih yang tidak mengetahui nama paslon Bupati dan Wakil Bupati KKU maupun calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.
“Saat ini kami sudah sosialisasi kepada seluruh siswa SMA, dan besok kami sosialisasi di SMK Sukadana serta dilanjutkan di SMA Teluk Batang dan disusul oleh sekolah lainnya,” kata ketua Panwaslu, Dahlia saat ditemui di kantor.
Ia berharap kepada seluruh pemilih pemula agar memilih pemimpin karena visi,misi dan integritasnya bukan karena uang serta melakukan pengawasan dan jangan sampai Golput.(agus).