
KETAPANGNEWS.COM—Dalam rangka pengamanan proses pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) tahun 2018, Komando Distrik Militer (Kodim) 1203 mengerahkan 330 personil. Jumlah tersebut disebar di dua Kabupaten, Yakni Ketapang dan Kayong Utara.
Komandan Kodim 1203, Letkol Inf Riko Harianto menjelaskan, jumlah 320 personil yang akan dikerahkan sudah termasuk personil bantuan dari Kompi dan Kodam Tanjungpura.
“Dari Kodim personil yang dikerahkan 220, kemudian BKO dari Batalion Kompi 80 orang dan ditambah lagi dari Kodam 30 orang. Jadi totalnya berjumlah 330,” jelas Dandim 1203, Jum’at (16/2).
Dikatakan Riko Harianto, 150 personil akan dikerahkan ke Kabupaten Kayong Utara (KKU), lantaran disana, selain Pilgub juga melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Sementara 180 personil ditempatkan di Ketapang.
Menurutnya, proses pengamanan pihaknya sudah mulai dilakukan dari tahap kampanye hingga Pilkada selesai. Terlebih saat ini diakuinya sudah mulai menggalang berbagai informasi, diantaranya terkait wilayah rawan kisruh dan lainnya.
“Meskipun kalau kita lihat untuk Pilgub di Ketapang dan Kayong Utara kemungkinan kecil terjadi kerawanan, namun kita tetap antisipasi jangan sampai terjadi. Antisipasi itu sudah kita mulai dari sekarang,” ujar Riko.
“Bahkan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Koramil juga sudah diarahakn agar menjalin komunikasi dengan masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga pesta demokrasi tahun 2018 bisa berjalan aman dan lancar,” timpal dia.
Selanjutnya, untuk di kayong Utara, Kodim 1203 dan Polres berencana menggelar coffe morning dengan melibatkan Calon Bupati, Parpol dan pihak terkait lainnya. Dengan tujuan agar bersama-sama menjaga keamanan dalam pesta demokrasi.
“Untuk mempererat silaturrahmi dan ikut menjaga kemananan dalam pesta demokrasi, dalam waktu dekat, khusus di Kayong, kita akan buat coffe morning bersama para calon Bupati dan wakilnya serta Parpol,” ungkap orang nomor satu di institusi TNI Ketapang ini.
Ia menambahkan, dalam menciptakan iklim kondusif pada proses dan pelaksanaan Pilkada, menurutnya tidak terlepas dari peran serta para Calon, Parpol, masyarakat dan unsur yang terlibat. Sebab itu diminta agar semuanya mengikuti seluruh atuaran dalam berdemokrasi.
“Dan tidak kalah penting juga, masyarakat harus cerdas menggunakan medsos dan menerima informasi dari medsos. Jangan mudah percaya, apalagi informasi itu berbau SARA yang dapat memecah belah kita,” lanjutnya.(absa)