
KETAPANGNEWS.COM—Sepanjang bulan Januari dan Februari 2018, di Kabupaten Ketapang banyak terdapat titik hotspot akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebagai upaya pencegahaan, saat ini Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang tengah mengupayakan pengoprasian kembali Helikopter pemadam Karhutla.
Kepala BPBD Ketapang, Gusti Indra Kusuma mengungkapkan, dengan dioprasikannya helikopter di Ketapang maka cukup membantu penanganan Karhutla. Terutama menjangkau wilayah yang tidak bisa dijangkau tim pemadaman darat.
“Kita akan mengupayakan pengoperasian kembali helikopter itu di Ketapang meskipun biayanya mahal. Mengingat bulan Januari dan Februari 2018 ini titik hotspot sudah tinggi,” ungkap Indra Kusuma kepada Ketapangnews, Rabu (28/2).
Saat ini, ia mengaku pengajuan tersebut masih dalam proses tender. Sehingga jika sudah selesai akan langsung dioperasikan, terutama membantu pemadaman yang benar-benar sulit dilakukan oleh tim gabungan.
Mengnai titik hotspot terbanyak, menurutnya berada di Kecamatan Kendawangan dengan berbagai macam lokasi. Seperti cagar alam, hutan produksi, hutan lidung dan ada juga di areal perusahaan.
“Sejauh ini Kecamatan Kendawangan paling banyak titik hotspotnya. Untuk di Kecamatan penghuluan masih kurang,” terangnya.
Ia menghimbau, dalam masa panas sekarang yang diprediksi meningkat, masyarakat diminta agar tidak membakar hutan dan lahan sembarangan. Tujuannya agar kejadian darurat asap tahun 2015 tidak terulang kembali.
“Kita berharap jangan sampai kejadian darurat asap akibat karhutla tahun 2015 lalu terjadi. Apalagi kemarau di tahun 2018 ini diprediksi meningkat,” imbuhnya.(absa)