
KETAPANGNEWS.COM—Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ketapang melakukan Ground Checking (tinjauan lapangan) ke Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Rabu (28/3).
Tinjauan lapangan ke KEE dengan luas 1.800 Ha tersebut juga diikuti perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang, Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup serta jajaran Muspika.
Plt Kepala Bappeda Ketapang, Akia mengatakan Ground Checking yang dilakukan pihaknya bersama instansi terkait dalam rangka menindaklanjuti Surat Keputusan (SK) Gubernur No 718/Dishut/2017 tentang KKE di wilayah tersebut.
“ Tinjauan lapangan ini juga sebagai pelaksanaan pengecekan atas pemenuhan persyaratan dan ketentuan KEE terhadap kesesuaian SK Gubernur yang dimaksud,” kata Akia dalam sambutannya saat berkunjung ke KEE BGA Group.
Menurut Akia, KEE yang berada didalam konsesi BGA Group merupakan kerjasama multi pihak, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda). Dalam pelaksanaanya tentu sangat positif bagi keanekaragaman hayati di wilayah setempat dan fasilitas pertanian terpadu yang ada, juga bermanfaat bagi masyarakat lokal.
Dijelaskan dia, KEE ini juga merupakan jalur koridor yang menghubungkan kawasan ekosistem hutan Sungai Putri dengan kawasan ekosistem Gunung Tarak sebagai penyangga Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) yang merupakan kawasan satwa liar berkehidupan.
Selain untuk kehidupan satwa liar, koridor yang menggunakan pendekatan lansekap ini menyediakan tempat bagi masyarakat sekitar untuk belajar pertanian terpadu. Seperti budidaya pertanian organik, budidaya jamur, budidaya ikan keramba, peternakan dan lainnya.
“Proyek yang dikoordinasi lembaga nirlaba Initial Development Initiative ini tentunya merupakan upaya BGA Group dalam membangun kawasan konservasi yang menghubungkan beberapa kawasan Hutan,” jelasnya.
Lanjutnya, kawasan tersebut juga menjadi jalur pelintasan habitat satwa liar, salah satunya adalah orangutan. Saat ini kedua kawasan hutan tersebut terpisah cukup jauh. Sehingga orangutan sering melintas dan berkeliaran di pemukiman masyarakat dan perkebunan kelapa sawit saat mencari sumber makanan.
“Dengan adanya KKE BGA Group, maka satwa liar akan melintas dijalur itu. Terlebih kawasan ini menghubungkan delapan desa dengan total populasi sekitar 11 ribu jiwa,” tambahnya.
Sebelumnya, sambung dia, kawasan antara Gunung Tarak, Gunung Palung dan hutan rawa gambut Sungai Putri sangat terancam oleh deforestasi, pembalakan liar, pertambangan, dan ancaman kebakaran hutan.
Akibatnya, kedua kawasan konservasi hutan gambut alam tersebut rusak parah, sehingga mengganggu kelangsungan hidup keanekaragaman hayati yang tidak dapat ditemukan ditempat lain dan menurunkan habitat orangutan serta flora dan fauna lainnya.
Karenanya, ia berharap desa-desa yang dilalui jalur/koridor tersebut akan menjadi desa yang memiliki hutan lestari dengan pengelolaan terbaik.(absa)