
KETAPANGNEWS.COM – Jembatan Kuning Kyai Mangku Negeri (Pawan V) diresmikan penggunaannya oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan bersama dengan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji beserta wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Hj Suma Jenny Heryanti. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita, pembukaan selubung papan nama sekaligus penandatanganan prasasti, Minggu (31/3).
Seremoni peresmian jembatan Kuning Kyai Mangku Negeri tersebut, dikemas oleh Panitia Peresmian dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) dengan serangkaian adat istiadat budaya melayu Ketapang, mulai pengarakan rombongan Gubernur dan Bupati menuju lokasi Jembatan Kuning, dengan penyambutan dengan tarian jepin dan atraksi pencak silat serta tepung tawar.
Ribuan masyarakat Ketapang juga ikut menyaksikan prosesi peresmian jembatan yang merupakan ikon sekaligus jembatan penghubung masyarakat Kecamatan Delta Pawan dan Kecamatan Benua Kayong Ketapang.
Bupati Martin Rantan dalam sambutannya mengatakan jembatan kerangka baja yang ke 5 membentang diatas sungai pawan yang dibangun pemerintah Kabupaten ketapang.
“Panjang bentang 249,57 meter, lebar 8 meter, sesuai dengan peraturan Dirjen Bina teknik pembangunan jembatan ini telah direncanakan dengan umur selama 100 tahun,” terang Bupati.
Bupati menjelaskan proses pembangunan struktur jembatan ini dimulai pada tahun 2017, dimasa Bupati H Morkes Effendi, S,Pd MH, dengan dana APBD Kabupaten Ketapang sebesar Rp.66,805,818,000, dengan kontrak tahun jamak 2007-2010.
Selanjutnya ditahun 2011, telah dianggarkan kembali untuk penyelesaian struktur lantai jembatan Rp. 9 milyar dan sejak tahun 2012 sampai dengan tahun 2015 telah terhenti pembangunnya.
Kemudian dilanjutkan kembali pada tahun 2016, dengan anggaran sebesar Rp, 7,500,000,000, pada tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp, 3.500,000,000, dan ditahun 2018 telah dianggarkan kembali Rp, 9 milyar, sehingga total biaya pembangunan jembatan ini sebesar Rp. 95,805,818,000.
Menurut Bupati ketersediaan prasarana jembatan merupakan faktor penunjang pengembangan suatu wilayah, sebagai bagian dari sistem transportasi yang mempunyai peranan penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian dengan meningkatkan laju perkembangan lalu lintas barang dan jasa.
“Dengan dibangunya jembatan ini diharapkn dapat mengurangi beban dan kepadatan lalu lintas pada jembatan Pawan I,” kata Bupati.
Selain itu dapat memperlancar arus perekonomian maupun distribusi barang dan jasa yang berpengaruh pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan meningkatanya pendapatan masyarakat.
“Jembatan yang merupakan kebanggaan dan ikon baru bagi masyarakat Ketapang, telah diberi nama jembatan Kuning Kyai Mangku Negeri sesuai keputusan Bupati Ketapang,” ucap Bupati.
Dengan berfungsinya jembatan tersebut Bupati Martin Rantan mengharapkan partisipasi aktif seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang untuk terlibat memelihara jembatan serta menggunakan jembatan dengan sebaik baiknya.(Adv/Jay)