
KETAPANGNEWS.COM – Sejumlah masyarakat Ketapang menyesalkan aksi Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Ketapang yang melakukan pemadaman listrik menjelang pelaksanaan salat terawih perdana disejumlah wilayah di Ketapang. Ironisnya pemadaman tersebut tanpa pemberitahuan.
Dandi (31) mengaku kesal dengan pelayanan PLN UP3 Ketapang, iapun menilai PLN UP3 Ketapang tidak komitmen dengan janjinya untuk menjaga kehandalan listrik agar tidak terjadi pemadaman selama bulan suci ramadhan khususnya saat pelaksanaan ibadah.
“Kita kecewa, dihari pertama menyambut bulan ramadhan listrik malah mati, bahkan yang buat kesal pemadaman tidak ada pemberitahuan dan saat padam tidak ada pihak PLN menginformasikan alasan pemadaman,” keluhnya, Senin (6/5).
Ia menuturkan, hampir setiap tahunnya pemadaman listrik saat bulan ramadhan terjadi, untuk itu ia menilai agar PLN Provinsi Kalbar untuk mengevaluasi kinerja manager beserta jajarannya di PLN UP3 Ketapang.
“Persoalan listrik tak kunjung selesai, kita berharap ada kebijakan tegas diberikan kepada manager PLN Ketapang jika memang tidak mampu memberikan pelayanan terbaik untuk dapat segera diganti atau mutasi, ini sebagai upaya memotivasi jajaran PLN agar dapat memberikan inovasi dan bekerja dengan maksimal,” tegasnya.
Sementara saat dikonfirmasi awak media Manager Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Ketapang, Wahyu mengaku pemadaman yang terjadi Minggu (5/5) malam terpaksa dilakukan pihaknya karena adanya kenaikan pemakaian yang dilakukan oleh pelanggan.
“Sistem kita mencatat pemakaian pelanggan mengalami kenaikan sedangkan pembangkit PLTU unit 2 masuk dalam waktu pemeliharaan dan mesin ruston masih dalam perbaikan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, saat ini daya mampu pihaknya dengan adanya pemeliharaan yang dilakukan tadi malam sebesar 26.1 MW kemudian beban penyaluran sebanyak 28.5 MW sehingga terjadi defesit 2.4 MW, sehingga pihaknya terpaksa melakukan pemadaman disebagian daerah.
“Pemadaman Itu untuk menghindari blackout sistem dan itu memang diluar perkiraan kami,” akunya.
Diakuinya, pihaknya berusaha semaksimal mungkin menjaga kelistrikan di Ketapang serta Kayong Utara dengan menyediakan sebanyak 216 petugas teknik yang tersebar di 4 unit layanan pelangganan dan 22 kantor jaga dengan armada 20 mobil dan 37 motor.
“Itu agar jika terjadi pemadaman tidak terencana bisa segera tertangani. Kami memohon maaf dan doanya kedepan agar bisa memberikan pelayanan maksimal,” pungkasnya.(Jay)