Penerapan Aplikasi e-Budgeting Dinilai Belum Maksimal

Chandra
Direktur CV Putri Tiga Mandiri, Chandra K.

KETAPANGNEWS.COM—Direktur CV Putri Tiga Mandiri, Chandra K meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Ketapang serius menerapkan sistem e-Budgeting dalam pelaksanaan lelang proyek, baik tender maupun non tender.

Menurut dia, dengan diterapkannya sistem tersebut secara serius akan membuka peluang seadil-adilnya kepada seluruh perusahaan jasa kontruksi di Ketapang. Pasalnya, di sistem itu tidak ada lagi istilah proyek milik dewan ataupun SKPD.

“Kita sangat mendukung adanya penerapan e-Budgeting oleh pemerintah daerah, sebab semuanya akan mengedepankan keterbukaan. Sehingga perusahaan jasa kontruksi dapat bersaing secara prosedur,” kata Chandra, Selasa (6/8).

Mengenai e-Budgeting sendiri, diakui dia akan memberikan kemudahan bagi seluruh kontraktor, terutama bagi yang memiliki minat terhadap suatu pekerjaan. Sebab itu, ia mengharapkan dalam penerapannya dilakukan totalitas.

“Yang menjadi penting di penerapan sistem ini yakni tidak ada lagi kata lobi-lobi anggota dewan maupun SKPD untuk mendapat pekerjaan,  sebab semuanya sudah dikunci melalui e-Budgeting,” timbalnya.

Kendati demikian, ia menilai saat ini penerapan e-Budgeting di Ketapang masih belum maksimal dilaksanakan. Hal itu terbukti dengan masih adanya yang terindikasi proyek bermerek aspirasi maupun SKPD.

Padahal, sambung dia, Bupati Martin Rantan saat pelantikan anggota Kadin pernah menyampaikan bahwa ‎semua yang bersumber dari APBD disetiap SKPD dikunci melalui e-Budgeting, diantaranya mulai dari aplikasi SIRUP.

“Artinya, pada realisasinya harus melalui sistem, sehingga tidak ada indikasi KKN disetiap SKPD. Maka dari itu penawaran minat pekerjaan pun harusnya melalui sistem, bukan seperti yang sekarang masih terkesan manual,” tandasnya.

Ia berharap, adanya e-Budgeting dapat merubah pola lama, yang mana ditahun-tahun sebelumnya satu perusahaan dapat melakukan pekerjaan lebih dari 10 paket.

“Untuk itu adanya e-Budgeting yang sudah diterapkan, kita tidak menginginkan kejadian seperti beberapa tahun lalu terulang kembali. Dimana satu perusahaan bisa melakukan pekerjaan hingga 20 paket proyek,” tutupnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.