
KETAPANGNEWS.COM—Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang Bidang Pembangunan akan melakukan monitoring ke sejumlah pengerjaan mega proyek di Ketapang. Salah satu objek monitoring adalah Jalan Pelang – Batu Tajam.
Ketua Komisi IV DPRD, Achmad Sholeh ST MSos mengatakan, monitoring dilaksanakan mulai 28 Oktober 2019, terutama pada pengerjaan mega proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.
“Hari Senin mulai monitoring pembangunan Jalan Sungai Awan – Tanjung Pura. Selasanya Jalan Pelang – Batu Tajam, diteruskan ke Mambok, Jelai Hulu dan Air Upas serta mega proyek lainnya,” kata Achmad Sholeh kepada Ketapangnews, Sabtu (26/10).
Sebagai tindak lanjut pasca monitoring, Komisi IV akan bicara langsung dengan kontraktor pelaksana beserta konsultan proyek yang didampingi pihak Dinas Pekerjaan Umum Ketapang. Tujuannya untuk mengetahui kendala dan progres pekerjaan.
“Kita juga belum tahu permasalahan dilapangan. Sebab sampai sekarang mereka (pelaksana) belum ada laporan soal progresnya. Jadi saya tidak berani berstetmen lebih jauh sebelum melihat langsung ke lapangan,” ujarnya.
Khusus Jalan Pelang – Batu Tajam, menurut Anggota DPRD Dapil VI ini merupakan proyek paling besar tahun 2019 menggunakan APBD. Karenanya, dia menegaskan sebelum batas waktu berakhir, pengerjaan harus selesai sesuai kontrak.
“Tapi perlu diingat juga, jangan sampai bekerja mengejar terget untuk tepat waktu, tapi kualitas pekerjaan tidak terjamin. Sebab itu adalah jalan satu-satunya harapan masyarakat yang sekian tahun ditunggu oleh semua masyarakat penghuluan,” tegasnya.
Dia menekankan, pelaksana mesti bekerja maksimal dengan kualitas pekerjaan secara baik. Terlebih puluhan Miliar APBD dikucurkan bukanlah angka yang kecil, sehingga wajar masyarakat menuntuk kualitas.
“Jangan sampai Jalan Pelang – Batu Tajam sudah dianggarkan Rp58 Miliar lebih, ternyata anggaran tidak terserap semua, akhirnya sia-sia. Kalau misalnya perusahaan tidak bisa mengerjakan, perlu ditindak tegas, bila perlu black list,” ucap Politisi Golkar ini.
“Kita akan selalu mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan kemaslahatan masyarakat. Termasuk memonitoring kurang lebih 15 paket mega proyek di Kabupaten Ketapang tahun 2019,” pungkasnya.(absa)
Kita senang mendengarkan ketua komosi lv DPRD ketapang pk Achmad Sholeh. ST. M. Sos untuk monitoring mega proyek yang ada di pelang-batu tajam, sunge awan – tjg pura, mambok, Air upas dll yg kurang lebih 15 paket itu dan kita dar GNPk-RI ketapang juga sudah ada data tentang proyek tersebut dan sedang kita pelajari dan kita pantau perkembangannya sampe sekarang memang tugas DPR dalah memgangarkan, membuat peraturan, serta mengawasi proyek tersebut