Saat Demo, Warga Stop Bongkar Muat Batu di Tersus PT MSU dan BKL

Tersus PT MSU
Suasana Tersus di Sukabangun pasca didatangi warga, Sabtu (16/11) malam.

KETAPANGNEWS.COM—Puluhan warga Desa Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan melakukan aksi protes ke Terminal Khusus (Tersus) milik PT Mega Sari Utama (MSU) dan PT Berkat Ketapang Lestari (BKL), Sabtu (16/11) malam.

Warga mendesak kedua Tersus milik pengusaha bernama Limkau dan Aweng itu untuk tidak melakukan aktivitas hingga larut malam. Pasalnya aktivitas demikian mengganggu waktu istirahat masyarakat sekitar.

Kepala Dusun 2 Desa Sukabangun, Hendri Mulyono membenarkan kalau puluhan warga melakukan unjuk rasa. Saat itu, pihaknya juga memberhentikan aktivitas bongkar muat pada dua Tersus tersebut.

“Tadi malam, waktu kita demo mereka sedang bongkar muat batu. Biasanya juga bongkar muat CPO, semen dan barang lain. Bahkan biasa menggunakan alat berat,” sebut Mulyono, Minggu (17/11).

Saat disinggung soal izin Tersus, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah kedua perusahaan memiliki izin resmi atau tidak. Namun informasi didapatnya, bahwa khusus milik PT Mega Sari Utama bergerak di bidang perdagangan barang dan distributor sembako.

“Jadi kalau ada bongkar muat barang lainnya, kita tidak paham seperti apa aturannya. Selasa (19/11) kita ada audiensi dengan pihak perusahaan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, di Ketapang terdapat 15 Tersus resmi. Enam diantaranya masih proses izin operasi, salah satunya milik PT Mega Sari Utama dan PT Berkat Ketapang Lestari.

Dari data tersebut, peruntukan Tersus PT Mega Sari Utama bergerak dibidang perdagangan barang dan distributor sembako. Sedangkan Berkat Ketapang Lestari dibidang perdagangan jasa dan jasa angkutan barang.

Sementara pemilik Tersus PT Mega Sari Utama, saat dikonfirmasi melalui WA nya, Minggu (17/11) sore terkait aksi protes warga Sukabangun dan soal bongkar muat batu di Tersusnya, hingga kini belum memberikan jawaban.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.