
KETAPANGNEWS.COM—Puluhan Warga Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan menggelar aksi protes kepada Tersus PT Mega Sari Utama dan PT Berkat Ketapang Lestari, Sabtu (16/11) malam.
Mereka mendesak agar dua Tersus yang berdekatan di Dusun 2, Desa Sukabangun tersebut tidak beroperasi hingga larut malam. Pasanya, hal demikian mengganggu waktu istirahat warga sekitar.
Kepala KSOP Sukabangun, Alber Marbun mengatakan, mengenai jam operasi Terminal Khusus (Tersus) tergantung kebutuhan yang bersangkutan. Biasanya harus ada usulan dari Tersus jika menambah jam kerja atau lembur yang disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.
“Kalau di pelabuhan umum biasanya ada usulan ke KSOP jika mau melakukan lembur, tersus pun harusnya begitu. Sejauh ini KSOP belum pernah menerima usulan dari Tersus, kalau pelabuhan umum ada,” kata Alber Marbun, Minggu (17/11).
Mengenai peruntukan, menurut Alber, Tersus hanya boleh digunakan khusus pada bongkar muat barang – barang tertentu sesuai usaha pokoknya. Dia menegaskan, apabila diluar usaha pokok tidak diperbolehkan.
“Jika peruntukannya untuk sembako, maka diluar sembako itu tidak bisa. Makanya dari itu izinnya tidak keluar-keluar nanti. Dalam hal ini KSOP sudah menyurati terus itu, mereka (PT MSU dan BKL-red) saja yang bandel,” tegasnya.
“Mengenai bongkar muatnya sesuai atau tidak dengan usaha pokok, kita tidak terus-terusan mengawasi, kita perlu istirahat, anggota KSOP juga hanya sembilan orang,” timbalnya.(absa)