
KETAPANGNEWS.COM- PT Hutan Ketapang Industri (PT HKI) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan khususnya Hutan Tanaman Industri (HTI). Komoditas utama PT HKI adalah tanaman karet sebagai penghasil latex.
Lokasi IUPHHK-HTI (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Tanaman Industri) terletak di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang yang terbagi pada Blok Kendawangan dan Blok Air Hitam dengan luas total konsesi adalah 97.891,38 Ha.
Di dalam kawasan konsesinya tentunya terdapat Desa-Desa atau dusun-dusun yang merupakan komunitas masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi dan sehari-harinya bersama dengan kegiatan operasional perusahaan. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari yang baik harus memperhatikan aspek sosial, ekologi dan produksi.
Oleh sebab itu PT HKI melakukan sosialisasi Rencana Kerja Tahun 2020 secara luas kepada masyarakat desa sekitar yang berdampak langsung agar masyarakat secara umum dapat mengerti dan paham atas pengelolaan sumberdaya hutan yang di lakukan oleh PT HKI setahun kedepan.
Tidak hanya menyampaikan rencana kerja, PT HKI juga melakukan sosialisasi yang menghadirkan pihak lain yang juga sangat penting dalam keberhasilan pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan yaitu dari GAKKUM Provinsi Kalimantan Barat, KPH Ketapang, dan Manggala Agni DAOPS Ketapang. Selain itu PT HKI juga melibatkan Forkompimcam Kendawangan yang merupakan penggerak birokrasi di seluruh wilayah kecamatan Kendawangan.
Kegiatan sosialisasi RKT 2020 ini di laksanakan sejak tanggal 20 – 23 Januari 2020 dimulai di desa Mekar Utama, Pangkalan Batu, Sungai Jelayan dan terakhir di desa Air Hitam Hulu. Kegiatan sosialisasi ini tidak sekedar menyampaikan rencana kerja perusahaan saja, namun lebih mengedepankan pada peningkatan hubungan tali silahturahim langsung dengan masyarakat desa dalam kawasan konsesi kerja. Komunikasi yang baik ini yang terus akan di jaga oleh perusahaan agar salah komunikasi tidak terjadi. Seperti diketahui kesalahan dalam menerima informasi yang tidak sesuai akan menimbulkan konflik yang tidak diinginkan.
Camat Kendawangan Eldy Yanto menyampaikan, ini adalah kesempatan pertama saya sebagai camat yang baru bertugas di Kendawangan langsung dapat bertatap muka langsung dengan masyarakat dan juga pihak perusahaan.
” Saya fikir kegiatan ini dapat secara kontinyu dilakukan oleh perusahaan agar komunikasi dan diskusi ini dapat berjalan dengan baik dan mencegah terjadinya konflik atau kesalahpahaman,” katanya.
Kepala desa Sungai Jelayan Suyatmin menambahkan, sosialisasi ini sangat penting bagi kami masyarakat, agar aspirasi kami dapat tersampaikan kepada perusahaan dan juga pemerintah Kecamatan tentang keberlangsungan peningkatan kesejahteraan masyarakat kami.

Sementara Tim GAKKUM menyampaikan, tentang pengendalian kebakaran hutan lahan dan dampak yang sangat merugikan akibat kebakaran. Disampaikan juga tentang perundang-undangan dan peraturan lainnya yang mengatur dan berhubungan dengan pencegahan, penanggulangan, pengendalian dan pemberian sanksi jika melanggar seperti pada Undang-Undang No. 32 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu, disampaikan juga alternatif pembukaan lahan tanpa bakar atau teknik Zero Burning dan juga teknik pembukaan lahan dengan bakar terkendali.
Dari Tim Manggala Agni DAOPS Ketapang menyampaikan tentang himbauan-himbauan melakukan pembakaran lahan dan hutan serta menyampaikan tentang beratnya melakukan upaya pemadaman api di kawasan hutan dan lahan terlebih pada lahan gambut.
Manggal Agni mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan lahan sekitar dari bahaya kebakaran dan lebih peduli jika menemui ada titik api dan ikut serta menyampaikan kepada keluarga agar tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan.
Dalam kesempatan ini juga, terdapat produk asap api yang dapat menghasilkan cuka asap dan sangat berguna untuk peningkatan hasil pertanian hingga kesehatan manusia. Pembuatan cuka asap dengan cara melakukan pembakaran terpusat pada alat sederhana dari hasil pembukaan lahan atau material sekitar kita berupa kayu, dahan atau daun sehingga mengeluarkan banyak asap pembakaran yang kemudian di suling hingga menjadi cuka asap.
Sementara itu Tim KPH Ketapang Selatan menyampaikan tentang istilah-istilah kehutanan, pemanfaatan hasil hutan, konservasi hutan manfaat dan kegunaannya serta pentingnya menjaga keberadaan hutan sebagai penyeimbang ekosistem.
Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi masyarakat khususnya yang berada di desa-desa dalam kawasan konsesi, tentang kegaiatan operasional.( Jay ).