
KETAPANGNEWS.COM-Terkait kebijakan Bupati Ketapang, Martin Rantan mengenai penertiban pegawai negeri sipil maupun honor yang nongkrong di warung makan atau warung kopi saat jam kerja, Satpol PP Ketapang diminta untuk berani melaksanakan perintah Bupati Ketapang.
Tokoh Masyarakat Ketapang, Herman Wimpy meminta Satpol PP untuk berani menjalankan perintah Bupati Ketapang yang dinilai sangat baik. Menurutnya memang masih ada pegawai pemerintahan baik berstatus pegawai negeri, kontrak maupun honor yang nongkrong diwarung kopi saat jam kerja.
“Kebijakannya sangat bagus, saya sangat mendukung, karena selama ini memang masih ada pegawai PNS maupun honor nongkrong diwarung kopi saat jam kerja, padahal itu tidak patut dilakukan, kalau sudah jam istrahat atau diluar jam kerja silakan saja mau nongkrong,” katanya Kamis (3/11).
Ia melanjutkan, dalam hal ini Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah tentunya harus sigap dan berani menjalankan kebijakan Bupati tersebut, lantaran jika tidak konsisten dilakukan penertiban maka kebijakan yang bagus malah akan dinilai sebatas omong kosong saja. Apalagi selama ini ia menilai Satpol PP Ketapang angin-anginan atau tidak konsisten dalam menegakkan Perda.
“Satpol PP jangan takut-takut, harus konsisten, karena jika tidak ditertibkan maka citra Bupati akan tercoreng lantaran di nilai hanya berani ngomong tanpa ada realisasi, selain itu bukan hanya persoalan pegawai nongkrong di jam kerja tapi juga pelanggaran Perda lainnya yang ada di Ketapang harus ditertibkan,” tegas Herman.
Terlebih, saat ini menurutnya Satpol PP di Ketapang sudah naik tipe pada SOPD baru mendatang.Sehingga tentu kinerja harus ditingkatkan, lantaran tidak hanya persoalan pegawai nongkrong saat jam kerja, persoalan lainnya seperti bangunan yang menutupi parit, menutupi fasilitas umum dan lainnya yang harus ditertibkan.
“Kasatpol PP harus berani mengambil kebijakan terutama demi penegakan Perda, kalau tidak konsisten dan masih takut lebih baik diganti saja dengan yang baru,” ujarnya.
Sementara Kepala Satpol PP Ketapang, Edy Junaidi belum bisa memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan via teleponya.(dra)