
KETAPANGNEWS.COM, Jakarta—Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, ia sudah menyampaikan permohonan maaf dengan tulus. Ahok mengungkapkan tidak ada niat untuk menghina Al Quran. Hal ini sama seperti yang disampaikannya pada Kamis (10/10) lalu di Balai Kota.
“Saya sudah sampaikan permohonan maaf dengan tulus dari hati yang dalam. Dan saya sampaikan, tak ada niat saya untuk menghina Al Quran,” ungkap Ahok dilansir Detiknews di Menteng, Jakarta Pusat Sabtu (5/11).
Pria yang akrab dipanggil Ahok ini menceritakan, Ibu angkatnya beragama Islam. Sampai di kuburin, sampai mandiin bersama keluarganya yang muslim semua ditungguinya.
“Bahkan saya ke kuburan dengan kakak-kakak saya itu diwajibkan untuk buka sepatu,” cerita Ahok.
Ia menjelaskan, untuk menghargai kepercayaan seperti itu, dirinya-pun harus buka sepatu tanpa kaus kaki ke kuburan saudaranya yang muslim. “Jadi bagaimana mungkin saya bisa menghina,” tanyanya.
Terkait kasusnya, Ahok menyatakan dirinya siap dipenjara jika terbukti bersalah terkait peryataannya di kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Ia juga memastikan akan hadir saat dipanggil Bareskrim Polri Senin (7/11) mendatang.
“Saya juga orang yang taat hukum. Dipanggil, saya datang,” tegas Ahok.
Ahok juga menyatakan, kalau dirinya rela ditahan dan dipenjara, jika memang terbukti bersalah. Hanya saja, penahanan dirinya tersebut bukan dikarenakan fitnah yang disebabkan hilangnya kata “pakai” dari pernyataannya di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.
Ahok menyampaikan,kalau karena dirinya membuat negara ini begitu kacau, Ia mengaku rela ditangkap dan dipenjara. Tapi dia, tidak akan pernah mundur, karena kalau Ia mundur juga dipenjara.
“Kalau negara ini memang begitu kacau gara-gara seorang Ahok, saya rela ditangkap dan dipenjara. kenapa enggak? Tapi bukan karena difitnah menghilangkan kata ‘pakai’ itu, ya kan?” tanya Ahok.(dra)