Waspadalah, 13 Kecamatan di Ketapang Rawan Tanah Longsor dan Banjir

“Jika curah hujan tinggi maka cukup mudah terjadi pergeseran tanah yang bisa menyebabkan tanah longsor.,” kata Nur Alim

jl-di-panjaitan-tergenang-air
Kondisi Jl DI Panjaitan tergenang air usai diguyur hujan, Selasa (15/11). FOTO: Abdul Salim

KETAPANGNEWS.COM—Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi (BMKG) Kelas III Rahadi Osman Ketapang, Nur Alim memperkirakan pada November hingga Desember mendatang di 13 kecamatan di Ketapang terjadi curah hujan lebat melebihi normal.

13 kecamatan tersebut yakni Hulu Sungai, Jelai Hulu dan Kendawangan, Marau, Matan Hilir Utara, Air Upas, Sungai Laur, Nanga Tayap, Pemahan, Sandai, Simpang Hulu, Sungai Melayu Rayak dan Tumbang Titi.

Sebab itu masyarakat khususnya di 13 kecamatan itu harus waspada. Karena kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat tersebut bisa berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir bahkan tanah longsor.

“Jika curah hujan tinggi maka cukup mudah terjadi pergeseran tanah yang bisa menyebabkan tanah longsor.,” kata Nur Alim kepada awak media di Ketapang, Selasa (15/11).

Ia menjelaskan kondisi cuaca tersebut diprediksi secara klimatologi. Meskipun berdasarkan kondisi dinamika atmosfer dan metode probalistik. Memang puncak curah hujan di Ketapang pada November ada yang ringan, sedang dan tinggi.

“Tapi khusus 13 kecamatan itu prakiraan hujannya tinggi dan puncaknya Desember mendatang. Jadi masyarakat khususnya di 13 kecamatan itu harus lebih waspada,” ujarnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.