Ironis, Balita Ini Tewas di Tangan Ibu Kandung

ilustrasi-ibu-aniaya
Ilustrasi

KETAPANGNEWS.COM, Palembang—Balita berusai empat tahun Brain meninggal dunia. Ironisnya peristiwa tragis tewasnya bocah ini di duga dianiaya ibu kandungnya sendiri SK dengan cara ditendang. Terungkapnya kasus ini berawal setelah ibunya melapor ke polisi dengan alasan dan berpura-pura menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya.

Dilangsir dari Merdeka.com, Pelaku SK menganiaya anak kandung satu-satunya itu saat suaminya bekerja. Setelah diinterogasi polisi,pelaku barulah mengakui baru saja menghabisi anaknya.

“Awalnya pelaku SK datang sendiri ke kantor polisi untuk mengadukan suaminya, Sulbani, yang dituduhnya kerap menganiayanya. Namun saat pemeriksaan mendalam, jawaban pelaku berbelit-belit,sehingga timbul kecurigaan petugas,” Kata Kepala SPKT Polresta Palembang, Iptu Cek Mantri Senin (21/11).

Cek Mantri menjelaskan, tadinya, ibu korban yang merupakan pelaku melapor ke Mapolresta Palembang telah menjadi korban KDRT suaminya.‘’Pas kita tanya-tanya barulah ngaku habis menendang korban,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kedatangan pelaku SK ke Mapolresta Palembang sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara peristiwa pembunuhan terhadap korban diperkirakan sekitar empat jam sebelumnya.

“Dia (pelaku) melapor KDRT itu habis pembunuhan itu. Dia datang sendirian,” jelasnya.

Polisi saat mendatangi TKP, tepatnya di Jalan Lubuk Bakung, Lorong Sahaja, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, korban telah terbujur kaku di atas kasur kamar. Setelah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, ayah korban, Sulbani, baru tiba setelah bekerja sebagai buruh bangunan.

“Ada memar-memar di tubuh korban, dugaannya karena ditendang itu. Ini masih menunggu hasil autopsi terlebih dahulu,” pungkasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.