
KETAPANGNEWS.COM– Bupati Ketapang Martin Rantan SH menggigatkan masyarakat Dayak tidak boleh menyakiti orang lain apalagi sesama Dayak. Jadi tidak boleh menyakiti orang Melayu, Madura, Jawa Batak, Tionghua dan lain sebagainya, apalagi sesama Dayak.
“Kemudian DAD Ketapang jangan dibawa keranah politik seperti pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan lain sebagainya. Setiap orang harus dapat menahan diri agar tidak mengucapkan kata-kata secara berlebihan hingga menyinggung orang lain,” tegas Bupati saat pembukaan PSBD DAD Ketapang, Minggu (11/12).
Bupati mengungkapkan, masyarakat Ketapang sangat demokratis dan menghargai perbedaan. Buktinya Ketapang pernah dipimpin Bupati suku Jawa, Melayu dan Dayak. Masyarakat Melayu, Dayak, Madura dan seluruhnya tidak pernah keberatan.
Ia menegaskan, masyarakat Ketapang tidak pernah menggangu dan hendak menurunkan kepemerintahan yang dipimpin berbagai suku tersebut. Ia berharap salama kepemimpinannya juga tidak ada gerakan untuk menganggu dan mengintimidasinya.
“Terhadap perbedaan suku, agama dan lain-lain semua tetap harus menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Supaya Ketapang tetap tenag, damai dan tak ada pertikaian,” ucapanya.
Menurutnya, karena tema kegiatan ini semangat kebersamaan, persatuan dalam membangun dan melestarikan seni budaya dan adat istiadat sebagai aset bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Maka masyarakat Ketapang harus cinta damai.
Bupati tidak mau mendegar pada Pilkada mendatang ada orang yang mengatakan jangan pilih A, lantaran orang Dayak atau jangan pilih B, karena orang Melayu atau karena agama.Kalaupun Ketapang nanti akan dipimpin dari etnis Tioghua atau Madura, maka kita semua juga harus mendukung kalau mereka terpilih jadi pemimpin Ketapang.
“Kemudian pada PSBD DAD Ketapang ini kita benar-benar melestarikan adat Dayak sebagai khasanah kebudayaan Nasional. Saya bangga bahwa saat ini seni budaya Dayak ditampilkan di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Bupati berpesan agar kaum muda Dayak supaya belajar tentang seni budaya Dayak. Karena di kota Ketapang saja kalau mau bergendang harus mendatangkan dari pedalaman.
“Jadi di DAD Ketapang sediakan alat untuk melatih anak muda Dayak,” ujarnya.(dra)