IAR dan BKSDA Selamatkan Empat Orangutan

"Tiga orangutan yang diselamatkan merupakan korban dari kebakaran hutan tahun 2015 lalu," terang Direktur Program IAP Indonesia, Karmele Liano Sanchez.

orangutan-1
Bayi orangutan Paijo diberi susu, saat dievakuasi dalam kondisi luka parah dibagian jarinya. foto-International Animal Rescue (IAR) Indonesia

KETAPANGNEWS.COM –Tim gabungan International Animal Rescue (IAR) Indonesia beserta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah 1 berhasil menyelamatkan empat orang individu orangutan selama tiga hari berturut-turut sejak Rabu (7/12) hingga Jum’at (9/12). Tiga orangutan berhasil diselamatkan di Kabupaten Kayong Utara dan satu orangutan lainnya diselamatan di Kecamatan Sandai, Ketapang.

Staf Human Orangutan Confilct (HOC) IAR, Efendi Barata menjelaskan, penyelamatan terhadap tiga orangutan berawal dari laporan masyarakat yang melihat orangutan berada di kebun karet di Dusun Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara yang berbatasan langsung dengan pemukiman transmigrasi.

“Mendapat laporan, tim HOC melakukan verifikasi dilokasi dan ditemukan satu induk orangutan dan anaknya serta satu orangutan jantan berusia 10 tahun, ketiga orangutan diperkirakan terjebak dikebun karet akibat kebakaran hutan tahun 2015 lalu,” jelasnya Minggu (11/12).

Efendi melanjutkan, evakuasi pertama dilakukan pada Kamis (8/12) dilakukan tim gabungan terhadap satu orangutan dewasa berusia sekitar 10 tahun yang diberi nama Nemung, usai di selamatkan Nemung langsung ditranslokasikan ke Taman Nasional Gunung Palung. Setelah itu penyelamatan dilakukan terhadap induk orangutan beserta bayinya yang mana saat evakuasi Tim Rescue IAR beserta tim BKSDA memberikan tembakan bius terhadap orangutan tersebut.

Sementara Direktur Program IAP Indonesia, Karmele Liano Sanchez, mengatakan kalau ketiga orangutan yang dievakuasi di kebun karet di wilayah Kayong Utara dalam kondisi baik.Hanya saja induk orangutan kondisi fisiknya agak kurus, namun secara umum dalam kondisi baik dan masih bisa memproduksi susu.

“Untuk induk dan bayi orangutan diberi nama mama Rindi dan baby Rindi, mereka juga langsung ditranslokasikan ke TNGP, tiga orangutan yang diselamatkan merupakan korban dari kebakaran hutan tahun 2015 lalu,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk satu orangutan lainnya yang berhasil pihaknya evakuasi di Desa Randau Jekak, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang merupakan bayi orangutan yang mana bayi orangutan diserahkan warga yang mendapat titipan dari seseorang.

“Begitu mendapat titipan, warga langsung menelepon kita, kita bersama BKSDA melakukan evakuasi kepada bayi orangutan yang diberi nama Paijo tersebut,” jelasnya.

Saat dievakuasi, Paijo yang diperkirakan berusaia 3-4 bulan dalam kondisi luka parah dibagian jarinya.

“Lukanya sudah bernanah dan ada jari yang patah,” katanya. (dra).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.