Keluarga Nelayan Kecewa, Basarnas Lamban

"Saat itu saya juga menyisir tepi sungai pawan sampai ke muara, saya melihat kapal Basarnas hanya bersandar di dekat kapal yang tidak jadi keluar dari muara," kata Sunardi.

sunardi
Sunardi Keluarga Nelayan yang tengelam.

KETAPANGNEWS.COM – Sunardi (34) salah satu keluarga dari tiga nelayan pukat asal Desa Sei Awan yang tenggelam di laut mengaku kesal dan kecewa dengan sikap Basarnas Ketapang. Tim Basarnas Ketapang menurutnya lamban dalam merespon laporan masyarakat.

Sunardi menceritakan, awalnya pihak kelauarga telah melaporkan kejadian hilangnya 3 nelayan kepada Tim SAR sekitar pukul 16.20 WIB. Saat itu, kata Sunardi anggota Tim SAR mengaku sudah bergerak ke lokasi adanya informasi mengenai tiga orang yang mengapung-apung di laut.

“Saat itu saya juga menyisir tepi sungai pawan sampai ke muara, saya melihat kapal Basarnas hanya bersandar di dekat kapal yang tidak jadi keluar dari muara,” katanya kepada wartawan Senin (12/12).

Kemudian, Ia datang kembali ke Tim SAR sekitar 19.00 WIB memohon bantuan, hanya saja saat itu tanggapan dari Tim SAR kalau mereka tidak bisa beroperasi karena terkendala cuaca dan segala sesuatu dilapangan yang kurang mendukung.

“Itu kata komandan Tim SAR, padahal saat itu cuaca sudah membaik,” ujarnya.

Ia kembali menceritakan, kemudian sekitar pukul 23.00 WIB, kami ketiga kalinya datang ke Tim SAR memohon bantuan agar Tim SAR melakukan penjemputan terhadap tiga orang yang informasinya ditemukan nelayan di perairan Tanjung Belandang.

“Sampai di SAR, katanya tim mereka sudah berangkat melakukan penjemputan, kemudian informasi dari 3 orang yang ditemukan kalau masih ada kawannya yang dua orang mengapung, ternyata 5 orang ini bukan keluarga saya melainkan pemancing asal kampung sampit, merekapun ditemukan oleh nelayan bukan oleh Tim SAR,” jelasnya.

Mengetahui keberadaan keluarganya belum juga ditemui, ia mendesak Tim SAR melakukan pencarian dan penyisiran hanya saja respon Tim SAR yang lamban. Padahal saat itu para nelayan kecil juga melakukan pencarian bahkan yang menemukan keluarga kami adalah nelayan kecil yang notabane perlengkapan dan kapalnya minim.

“Masak nelayan kecil saja bisa Tim SAR yang peralatannya lengkap tidak bisa, alasannya cuaca, padahal saat itu cuaca sudah bagus, harusnya tidak ada alasan lagi karena ini menyangkut nyawa orang,” tegasnya.

Akhirnya ketiga keluarganya yang merupakan nelayan pukat ditemukan oleh nelayan di perairan Tanjung Belandang sekitar pukul 01.00 WIB dan beruntung dalam kondisi selamat. Usai ditemukan Tim SAR datang tapi cuma hanya melakukan evakuasi saja. (dra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.