Nelayan Korban Kapal Tengelam Berharap Bantuan Pemerintah

img-20161213-wa0000
Korban kapal nelayan tengelam (pakai topi) saat ditemuai di kediamanya Selasa (13/12).

KETAPANGNEWS.COM – Kapal nelayan yang tenggelam di perairan Tanjung Belandang, Minggu (11/12) kemarin. Salah satu  korban, Yandi (35) mengungkapkan sampai Selasa (13/12) belum ada aparat Pemerintah Desa maupun Kabupaten datang ke rumahnya.

“Hingga saat ini belum ada mendengar akan ada bantuan Pemerintah. Bantuan yang diharapkan berupa peralatan untuk melaut seperti kapal dan alat tangkap ikan,” katanya Selasa (13/12).

Menurutnya, mereka memang sangat membutuhkan peralatan untuk melaut tersebut. Karena alat untuk melaut merupakan satu-satunya pencarian nafkah keluarga.

“Itu lah peralatan yang bisa memberi nafkah kehiudupan kami,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, kapalnya yang tenggelam tersebut untuk menghidupi tiga rumah atau kepala keluarga. Tiga kepala keluarga yang rutin melaut menggunakan kapal yang tenggelam tersebut. Dua rumah tersebut diakuinya merupakan keluarganya.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar apa yang kami harapkan ini ,memberi bantuan alat untuk kita melaut. Walaupun tak secepatnya yang penting ada,” harapnya.

Ia mengaku, sementara ini belum ada kegiatan atau masih menganggur. Karena belum ada pekerjaan yang didapat. Ia jadi nelayan sejak kelas empat sekolah dasar (SD). “Saya tak pernah kerja lain selain melaut,” ucapnya.

Ia mengatakan, kerugian yang dialami mereka jika dinilai totalnya sekitar Rp 20 juta. Di antaranya termasuk untuk kapal, mesin, alat tangkap ikan dan lain-lain. Paling tidak harapanya bisa dibantu setegahnya saja,  ia sudah bersyukur.

Sementara Kapala Dusun Tanjung Belandang Desa Sei Awan Kiri Kecamatan Muara Pawan, Sidik berharap agar Pemerintah berinisiatif memberikan bantuan kepada warganya yang menjadi korban kapal tenggelam ketika melaut karena cuaca buruk.

“Motornya sudah karam dan pencarian lain tidak ada lagi,”ujarnya.

Menurutnya, selama ini dari Pemerintah Desa setempat tidak pernah sama sekali ada bantuan seperti terhadap korban tersebut. Kalau mengusulkan mungkin bisa.” Tapi yang namanya mengusulkan bisa diterima atau tidak,” katanya.

Menurutnya,kalau khusus bantuan dari Pemerintah Desa  untuk kejadian seperti ini bisanya tidak ada. Selama ini sudah beberapa kali terjadi tidak pernah ada bantuan.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.