
KETAPANGNEWS.COM—Ketua Yayasan Masjid Agung Al-Ikhlas, H Yusman mengungkapkan, penimbunan halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang murini sumbangan masyarakat umum.
“Penimbunan tersebut murni dari masyarakat. tidak ada anggaran dari Pemerintah Kabupaten Ketapang,” ungkap H Yusma, Minggu (18/12).
Dijelaskannya, jika saat ini dari masyarakat ada yang menyumbang maka sumbangan tersebut langsung digunakan untuk penimbunan halaman masjid tersebut.
“Saat ini memang sudah banyak masyarakat yang menyumbang untuk penimbunan halam masjid itu,” jelasnya.
Namun diakuinya, peran serta Pemerintah Daerah (Pemdaa) Ketapang sangat besar. Terlebih pada pembangunan fisik Masjid Agung Al-Ikhlas. Sejak 2011 hingga 2015 Pemda membantu Rp 37 milyar dari dana hibah.
Lanjutnya, karena dilakukan penimbunan keliling halaman masjid maka memerlukan banyak tanah. Sementara saat ini masih kurang. Diperkirakan biayanya sekitar Rp 350 juta untuk penimbunan.
Ia berharap, terhadap penimbunan itu agar masyarakat berpartisipasi. Sejauh ini, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menyisihkan sebagian rizkinya untuk pembangunan rumah ibadah yang mulia ini.
“Semoga Allah SWT memberikan balasan setimpal kepada yang berpartisipasi,” ucapnya.(absa)