Safari Natal Bupati Ketapang, Bantu Gereja Hingga Paket Natal

“kalau ada di beberapa tempat yang belum tersentuh kami harap juga kita sama- sama bersabar, karena akan kegiatan yang besar ditahun 2016 pertama pembangunan Masjid Al Ikhlas dan gereja Santo Aagustinus Payak Kumang, “ kata Asisten III Setda Ketapang Drs Heronimus Tanam ME.

safari-natal
Asisten III Setda Ketapang Drs Heronimus Tanam ME (tengah), mewakili Bupati Ketapang Martin Rantan SH memberikan bantuan ke gereja-gereja sakaligus memberikan paket natal.

KETAPANGNEWS.COM—Dalam rangka menyalurkan bantuan kepada gereja-gereja menjelang natal 25 Desember mendatang, Pemerintah Daerah (Pemda) menggelar safari natal yang dipusatkan di Kecamatan Sandai. Selain memberikan bantuan, Bupati Ketapang yang diwakili Asisten III, Drs Heronimus Tanam ME juga memberikan paket natal kepada umat kristiani.

Selain di Kecamatan sandai, Asisten III yang didampingi Rombongan beberapa SKPD dan Kepala Bagian Setda Ketapang juga berkunjung ke Kecamatan Simpang Hulu dan kecamatan Simpang Dua dalam agenda yang sama.

Dalam sambutan Bupati, yand Disampaikan Heronimus Tanam, dirinya  mengucapkan selamat Natal 25 Desember 2016 dan Tahun Baru 2017. Semoga kerukunan antar umat beragama di Ketapang tetap solid dan bisa menerima satu sama lainnya.

Terhadap persoalan yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, menurutnya semua itu dapat diatasi dengan mengedepankan hukum agar tidak merembet keranah agama etnis dan sebagainya.

“Biarkan Aparat kita yang bertindak dengan lugas dan tegas sehingga masalah dapat diselesaikan secara hukum,” terangnya.

Disamping itu juga akan dilakukan kegiatan-kegiatan lain yang menyentuh pelayanan publik kepada masyarakat seperti infrastruktur yang berkaitan pembinaan umat pembangunan sarana ibadah ditahun 2016 akan dilanjutkan pada tahun 2017.

“Kalau ada di beberapa tempat yang belum tersentuh kami harap juga kita sama- sama bersabar, karena akan kegiatan yang besar ditahun 2016 pertama pembangunan Masjid Al Ikhlas dan gereja Santo Aagustinus Payak Kumang, “ ucapnya.

Menurutnya, program tersebut sudah berjalan dua tahun anggaran dan di rencana ditahun 2017 ini diharapkan tuntas. Ketika itu tuntas karena memakan biaya yang cukup besar maka akan bergeser di pusat kecamatan yang belum mendapat perhatian.

“Terutama ditempat- tempat sentral umat  ibu kota kecamatan, sehingga bisa menjadi ikon, karena ada masjid yang bagus ada gereja yang bagus tempat persinggahan tamu yang datang dari luar juga untuk sarana pembinaan iman, “ pungkasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.