
KETAPANGNEWS.COM – Peringatan Hari ibu ke – 88 di Kabupaten Ketapang diwarnai berbagai kegiatan. Selain acara puncaknya berupa pemotongan nasi tumpeng juga Lomba paduan suara,lomba pidato juga bhakti sosial berupa Sunatan Massal dan ziarah kubur di Makam Pahlawan Tanjung Pura.
Selesai melakukan pemotongan Tumpeng, Bupati yang juga Ketua penasehat Utama GOW Kabupaten Ketapang mengatakan, diusianya yang ke- 88 tahun, maka, kaum ibu tetap jadi panutan. Kasih ibu tetap sepanjang sepanjang masa, yakni bagaikan sang surya menyinari dunia.
“Perjuangan ibu-ibu di Kabupaten Ketapang ini bagaikan surya menyinari dunia, jasa-jasa mu tetap dikenang,” kata Martin Rantan pada puncak Peringatan Hari ibu ke 88 tahun di Hotel Onix Kamis (22/12).
Peringatan Hari Ibu ini juga dihadiri Wakil Bupatii Ketapang Drs H Suprapto S beserta Ibu Ny Suwarni juga hadir Ibu Penasehat utama GOW Kabupaten Ketapang Ny Elisabet Betty Martin, para anggota Forkompinda, segenap kepala SKPD serta beberapa orang perwakilan segenap organisasi wanita di Ketapang dan sejumlah undangan lainnya. Ada pun tema hari ibu ini adalah “Kesetraan perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan Indonesia bebas dari kekerasan terhadap anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan ’’.
Pada puncak peringatan Hari ibu ke 88 tahun ini turut dibagikan berbagai piala, hadiah pemenang lomba dan atraksi hiburan termasuk menyanyikan lagi Kasih Ibu oleh Martin Rantan Bupati Ketapang bersama panitia dan undangan yang hadir memenuhi Hotel Onix jalan Letkol M tohir Ketapang .

Menurut Martin, keberadaan ibu dalam mengisi pembangunan sangat memberikan peran penting dan strategis dalam membantu pemerintah membangun bangsa dan Negara. Termasuk di dalamnya membantu pemerintah Kabupaten Ketapang dalam visi misi. Yakni Maju menuju masyarakat sejahtera. Ia menyebutkan kalau sudah maju berarti sejahtera. Mulailah dari maju dibidang pendidikan,kesehatan dan ekonomi .
Ia mengatakan, kemajuan ini merupakan unsur-unsur menuju indeks pembangunan manusia.Ketika kita maju kesejahteraan akan mengikuti, berjalanlah dengan seimbang dan selaras, bersikap maju tegar berkemampuan dan memiliki kreatifitas tinggi.
Martin yang juga mantan anggota DPRD Propinsi Kalbar ini menuturkan, bahwa peran ibu dalam pembangunan tentu banyak hal yang dilakukan,seperti dalam hal mendongkrak perekonomian keluarga dan masyarakat. Pemkab Ketapang sangat mendukung dan peduli di sektor real ini. Dicontohkannya dalam usaha bertani dan berkebun dikawasan sekitar kebun sawit yang bukan areal HPH atau Hutan Lindung. Masyarakat diberikan kesempatan seluas- luasnya mengelola dengan pola plasma mandiri.
Dengan demikian Sumber Daya Alam (SDA) kita tak hanya dimiliki investor saja. Tetapi juga semata-mata untuk rakyat kecil. “Mari Kita ciptakan tauke-tauke kecil, mulai dari se-hektar atau lebih hingga batas seratus hektar yang dibolehkan, Ibu-ibu dapat berpeluang dan berperan didalamnya ,” imbau Martin.(dra)