
KETAPANGNEWS.COM – Direktur Rumah Sakit Fatima, Margareta mengatakan,pihaknya menyelenggarakan lomba membuat pohon natal bagi seluruh karyawannya. Hampir semua sudut Rumah Sakit (RS) Fatima tampak dihiasi pohon natal.
Margareta menjelaskan, lomba membuat pohon natal ini untuk bisa memperoleh akreditasi. Tema sentral dari akreditasi ini adalah keselamatan pasien.Akreditasi sebagai tolak ukur kinerja dan mutu pelayanan rumah sakit.
“Rumah sakit yang baik tak hanya sekedar subjektifitas anggapan orang bahwa pelayanannya baik dan personelnya ramah. Tapi ada standar mutu terukur melalui akreditasi yang ada penilaian-penilaian,” jelasnya kepada wartawan Kamis (22/12).
Menurutnya, akreditasi terhadap RS Fatima ini akan dilakukan Komisi Akreditasi Rumah Sakit dari Jakarta pada 2017 mendatang. Pihaknya sudah pernah akreditasi pada 2012 lalu dan sekarang mau akreditasi lagi dengan versi terbaru.
“Akreditasi rumah sakit kita rutin tiga tahun satu kali,” ungkapnya.
Ia menuturkan, satu diantara kegiatan untuk mencapai akreditasi itu adalah karyawannya membuat pernak pernik natal disertai tulisan tentang akreditasi. Ia yakin bisa memperoleh akreditasi karena dahulu juga sudah pernah. Berapa pencapaianya kita lihat supaya pelayanan yang disebut baik betul-betul bisa terukur.
Margareta menegaskan, pihaknya bekerja pada bidang pelayanan mempertahankan dan memelihara kehidupan. Siapa pun yang dilayani pihaknya memperjuangkan suatu karya keselamatan. Sebagai rumah sakit bergerak pada bidang pelayanan, memang harus memperjuangkan keselamatan orang.
“Ada beberapa standar pada proses akreditasi terhadap RS Fatima. Pertama kelompok standar berfokus pada pelayanan pasien. Isinya terkait akses ke pelayanan dan kontinuitas pelayanan serta hak pasien dan keluarga,”jelasnya.
Ia melanjutkan,kemudian terkait asesmen dan pelayanan pasien, pelayanan anestesi dan bedah. Manajemen penggunaan obat dan pendidikan pada keluarga pasien. Kedua kelompok standar managemen rumah sakit yang isinya peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Selanjutnya, kata Margareta, pencegah dan pengendalian infeksi, tata kelola kepemimpinan dan pengarahan. Manajemen fasilitas dan keselamatan, kualifikasi dan pendidikan staf serta manajemen komunikasi dan informasi. Ketiga terkait sarana keselamatan pasien dan keempat sasaran melenium development goals.
“Jadi jangan sampai pasien sudah sampai di RS Fatima kita tak bisa tolong lagi,”ujarnya.
Ia menambahkan,kemudian kita menghormati tak hanya hak pasien, tapi keluarga pasien juga yang berdasarkan sumber daya RS Fatima untuk mampu melayani para pasien.(dra)