
KETAPANGNEWS.COM, Manis Mata-Warga Dusun Beriam Desa Manis Mata Ketapang resah dengan rusaknya ruas jalan yang menghubungkan Manis Mata Estate (MME) PT. Harapan Sawit Lestari dengan Dusun Beriam menjadi rusak dan berlumpur dikarenakan aktifitas truk yang membuat kayu Albasia di jalur jalan tersebut.
Jalan yang semula baik berubah menjadi hancur oleh truk yang membawa kayu Albasia yang menurut warga diangkut menuju arah PT Korindo Kalimantan Tengah, sehingga membuat warga geram dan sempat menutup jalan tersebut karena mereka merasa permintaan perbaikan jalan kepada PT Korindo melalui surat yang dikirim pada bulan Juli 2016 lalu tidak di indahkan.
Setelah mereka melakukan aksi penutupan jalan beberapa jam akhirnya dibuka kembali karena perwakilan pimpinan PT Korindo sudah menghubungi mereka melalui jaringan seluler.
“Tadi perwakilan pimpinan Korindo sudah telpon saya, jadi kami tak jadi menutup jalan,” ujar Marterinus,SH salah satu warga kepada Ketapangnews.com, Jumat (23/12).
Menurut Marterinus, kedepannya supaya perbaikan jalan tersebut dapat dilakukan sesuai kondisi jalan, jangan menunggu surat atau permohonan dulu baru dilakukan perbaikan, kalau tidak ingin operasional mereka juga terganggu karena dengan kerusakan jalan tersebut.
“Yang paling dirugikan yang pertama adalah masyarakat banyak. Karena masyarakat tidak bisa menggunakan jalan selayaknya dan kerugian lainnya kerusakan jalan ini dapat mengakibatkan kecelakaan bahkan korban jiwa. Jadi kalau perusahaan baru mau melakukan perbaikan jalan menunggu masyarakat mengirimkan surat, sebaiknya perusahaan tidak melewati jalan tersebut. Lebih baik perusahaan membuat jalan khusus untuk operasional mereka sehingga kami tidak terganggu dan dirugikan,” tegasnya.
Ia juga meminta truk yang bermuatan Tandan Buah Segar ( TBS ) maupun Karnel dan lainnya agar ditutup dan diikat, sehingga ketika terjadi kecelakaan dapat diminimalisir korbannya.Dan khusus untuk perusahaan kayu agar ijinnya diurus dan jangan bermain-main dengan masyarakat, jika perusahaan tidak mau mengalami kerugian besar.
“Jangan mereka merasa hebat dengan berlindung dibalik oknum tertentu yang menjadi backingnya.Kami bukannya tidak tahu tetapi memberikan toleransi dan ini semata kami lakukan sebagai contoh nyata adat ketimuran yang mengedepankan toleransi dan musyawarah mufakat ” ungkapnya.(wan)