Berpuluh Tahun Desa Ini Belum Ada Jaringan Listrik

Perhari, Biaya BBM Rp 100 Ribu Hingga Rp 200 Ribu

Listrik Net
Jaringan Listrik -Net

KETAPANGNEWS.COM – Desa Siantau Raya Kecamatan Nanga Tayap Ketapang berpuluh-puluh tahun belum ada penerangan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Akibatnya warga terpaksa mengunakan genset dengan biaya BBM perhari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk penerangan rumah mereka.

Muhammad Effendi salah satu warga Siantau Raya Kecamatan Nanga Tayap mengungkapkan, Desanya sudah berpuluh tahun tak ada penerangan Listrik dari PLN Ketapang.

“Kita sudah lama berkirim surat ke PLN Ketapang.” katanya Kamis (12/1).

Menurutnya, proposal juga sudah lama diajukan ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang Komisi II.

Ia mengungkapkan, selama ini penerangan di Desa Siantau Raya mengunakan genset, dengan biaya BBM Rp.100.000 hingga Rp. 200.000 itu juga belum termasuk biaya kerusakan gensetnya.

“Itupun operasi gensetnya hanya dari jam 17.00 sampai 21.00,” ungkapnya.

Effendi menjelaskan, tidak adanya penerangan listrik sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun lamanya. Padahal Desa Siantau Raya ini sudah dikelilingi jaringan PLN semua, mulai dari Desa Sungai Kelik, Desa Tanjung Bayur, Desa Cengolak, Desa Usaha Baru, Desa Pemahan, Desa Karya Mukti dan Desa Piansak.

“Tinggal Desa Siantau Raya yang belum teraliri Listrik,” ungkapnya.

Ia mengharapkan, tahun 2017 ini PLN Ketapang bisa memasang jaringan listrik ke Desa Siantau Raya, karena masyarakat sangat mengharapkan sekali adanya jaringan listrik di Desa Siantau Raya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.