Tahun 2017 Petani Di Ketapang Dapat Bantuan Dari Pusat

“Bantuan tersebut bersumber dari APBN Pusat sekaligus merupakan program secara nasional yaitu komuditi secara nasional yang di dukung pola pengembangan Upsus,” kata Humaidi.

Panen Jagung Net
Hasil Panen Tanaman Jagung. Foto-Net

KETAPANGNEWS.COM—Tahun 2017 Petani di Kabupaten Ketapang akan mendapatkan bantuan dari Pusat bersumber dari APBN. Hal Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan (DPPP) melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtkultura, Humaidi belum lama ini.

Humaidi mengatakan, bantuan tersebut merupakan program nasional yakni peningkatan hasil produksi pertanian atau disebut Upaya Peningkatan Khusus (Upsus). Bantuan tersebut seperti padi inbrida, jagung dan kedelai.

“Bantuan tersebut bersumber dari APBN Pusat sekaligus merupakan program secara nasional yaitu komuditi secara nasional yang di dukung pola pengembangan Upsus,” kata Humaidi.

Dijelaskan Humaidi, Kebetulan di Kabupaten Ketapang, tahun 2017 ini mendapat program produksi padi inbrida berupa bantuan benih yang terdapat 7000 Hektar (Ha). Terus ada bantuan tekhnologi hazton berupa benih dan sarananya seluas 450 Ha. Selanjutnya pengembangan budidaya jagung hibrida seluas 2000 Ha.

Kemudian, bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) sebanyak 30 unit. Bantuan ini arahnya untuk pengembangan padi organik ditahun 2018.

“Jadi dibantu dulu alat-alat pengolahan tahun ini. Tahun depan itu dikembangkan dalam budidaya padi organik,” jelasnya.

Mengenai bantuan jagung dan padi inbrida, sifatnya transfer barang. Kalau padi hazton bisa transfer uang atau transfer barang. Sementara untuk bantuan UPPO transfer uang karena sudah di arahkan.

Sementara itu, program dari APBD dari provinsi, sampai saat ini dirinya belum menerima formasinya. Namun dikatakannya, biasanya ada. Misalnya seperti pengembangan bantuan peralatan dan sarana produksi lainnya.

Ia berharap, berhubung bantuan ini menunjang program sebagai upaya meningkatkan produksi. Petani diminta harus paham. Sehingga bantuan ini benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin peruntukannya.

“Ini tanggung jawab kita semua. Dari tidak ada sampai menjadi ada, itu tanggung jawab kami. Kemudian kalau sudah sampai kepada petani, itu sudah menjadi tanggung jawabnya,” ucapnya.(absa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.