Kebakaran Lahan, Bukan Mencari Siapa Salah Dan Siapa Benar

Program Desa Siaga Api Berjalan Selama Tiga Tahun

Sinarmas
Sekda Ketapang HM Mansyur (baju putih) saat kegiatan pembentukan Desa Makmur Peduli Api 2017 dan penyerahan Penghargaan Desa Siaga Api 2016 di PT Agro Lestari Mandiri Kecamatan Nangga Tayap Ketapang Rabu (18/1).

KETAPANGNEWS.COM– Bupati Ketapang Martin Rantan SH melalui Setda Ketapang H.M Mansyur mengatakan, pada Maret 2016 PT SMART Tbk meluncurkan program Desa Siaga Api di Delapan Desa Binaan di Kecamatan Nanga Tayap Ketapang. Dimana keterlibatan masyarakat sangat penting, karena masyarakat dapat mencegah mendeteksi secara dini dan mengambil tindakan penanganan kebakaran dengan cepat.

“Program Desa Siaga Api juga memberikan Pelatihan kepada warga Desa serta memberikan sarana dan prasarana pemadaman api,” katanya saat kegiatan pembentukan Desa Makmur Peduli Api 2017 dan penyerahan Penghargaan Desa Siaga Api 2016 di PT Agro Lestari Mandiri Kecamatan Nangga Tayap Ketapang Rabu (18/1).

Mansyur menjelaskan, program siaga Api direncanakan akan berlangsung selama tiga tahun ini didukung kegiatan sosialisasi yang terencana pada masyarakat. Program ini juga akan dievaluasi setiap tahun bersama Pemerintah Daerah dan unit kerja terkait lainya.

Menurutnya, selama ini ketka terjadi kebakaran hutan, lahan dan kebun, semua mengarah kepada perusahaan, khususnya perkebunan kelapa sawit sebagai pelakunya.

“Padahal kejadian tersebut tidaklah semuanya benar, sehingga diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam memilahnya,” ungkapnya.

Saat ini kata Mansyur yang paling penting bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Tetapi semua pihak secara bersama-sama memikirkan dan bertindak bagaimana caranya kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, tidak bisa hanya diserahkan kepada Pemerintah, Namun peran serta semua pihak, termasuk pihak perusahaan dan masyarakaat sangat dibutuhkan,” ucapnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.