FKGKH Tolak Rencana Tes Ulang

“Kami dari forum menolak adanya rencana ini, " tegas Maulana Harva Ketua Forum Komunikasi Guru Kontrak dan Honor (FKGKH) Ketapang.

MAULANA
Maulana Harva, Ketua Forum Komunikasi Guru Kontrak dan Honor (FKGKH) Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM- Maraknya informasi yang berkembang tentang adanya tes ulang terhadap tenaga kontrak dan honor di lingkungan Pemkab Ketapang membuat tenaga kontrak dan honor menjadi sibuk untuk mengurus segala administrasi yang belum secara resmi di keluarkan oleh Bagian Kepegawaian Daerah Ketapang.

Ketua Forum Komunikasi Guru Kontrak dan Honor (FKGKH) Kabupaten Ketapang Maulana Harva, ketika dihubungi Ketapangnews.com, Jumat (20/1) menjelaskan, dengan adanya rencana tes ulang yang dilakukan oleh Pemkab dengan alasan pemangkasan anggaran.

“Kami dari forum menolak adanya rencana ini, ” tegas Maulana.

Ia mengungkapkan, pihaknya dari forum juga sudah menemui Kepala Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (SDM) guna mempertanyakan permasalahan ini.

“Tapi sampai sekarang belum ada edaran secara resmi dari kepala BKD, ” ungkapnya.

Maulana mengatakan, kalau memang rencana Pemerintah melakukan tes ulang terhadap tenaga Kontrak dan Honor. Maka guru-guru kontrak dari 20 Kecamatan Ketapang melalui FKGKH menyatakan sikap antara lain, pertama, meminta kejelasan tentang kepastian rencana tes ulang. Kedua, guru Kontrak di 20 Kecamatan menolak apabila di lakukan tes ulang. Ketiga, memohon pertimbangan dari pemkab terhadap pengabdian yang sudah dilakukan oleh guru kontrak terhadap dunia pendidikan selama ini.

Laporan : Wan Usman

Editor     : Andra

2 Responses to "FKGKH Tolak Rencana Tes Ulang"

  1. joko prianto   21 January, 2017 at 2:31 am

    Untuk tenaga pendidik sangat diharuskan untuk tetap ikut tes ulang karena tujuan utama dari tes tersebut ialah untuk menyeleksi sekaligus mencari bibit tenaga pendidik yang benar-benar memiliki kemampuan dalam hal pendidikan guna meningkatkan sumber daya manusia/peserta didik yang lebih baik. Selain itu tenaga honor/kontrak yang ijazahnya rendah/sma atau bahkan baru kuliah/ ut dapat segera diganti dengan pelamar baru yang memiliki kapasitas pendidikan yang mencukupi minimal S1 Pendidikan dari universitas terkemuka dan jalur reguler. Hal ini selain untuk meningkatkan kapasitas ilmu tenaga pendidik juga bisa meningkatkan minat siswa yang akan melanjutkan kuliah dijalur reguler bukan mengejar honor dulu baru kuliah di universitas terbuka. Terimakasih.

    Reply
  2. joko prianto   21 January, 2017 at 2:47 am

    MOhon maaf jika kata2 saya salah, tapi maksud dan tujuan saya hanyalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan tenaga pendidik agar masa depan anak didik bisa lebih baik dari generasi sebelumnya. Sebab bagaimanapun juga guru yang baik dan pintar pasti bisa menghasilkan orang2 pintar, seperti pepatah guru kencing berdiri maka murid akan kencing berlari, apabila gurunya kurang pandai maka muridnya susah untuk pintar. Terimakasih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.