
KETAPANGNEWS.COM–Perbaikan drainase yang dilakukan Pemerintah Daerah Ketapang untuk menangani genangan air belum maksimal. Masih banyaknya saluran air yang tersumbat akibat banyaknya sampah menjadi penyebab sejumlah jalan protokol di Kota Ketapang terendam banjir.
Pantauan dilapangan ketinggian genangan air di permukaan jalan mencapai 20 hingga 50 cm. Genangan air tersebar di empat jalan protokol seperti Jl.D.I Panjaitan,Jl.Basuki Rachmad, Jl. MT.Haryono, Pasar Baru dan beberapa jalan lainya di Kota ketapang.
Iwan salah satu pedagang Asesoris di Komplek Pasar Baru Ketapang mengatakan,saat ini beberapa kawasan yang dilanda banjir seperti Jalan A. Yani Komplek pasar baru, bahkan air meluap hingga menutup jalan dan merembes ke toko-toko.
“Setiap kali hujan datang, lingkungan tempat kami berjualan selalu kebanjiran.Pasti jalan ini dipenuhi air sehingga menyebabkan banjir,” keluh Iwan Rabu (25/1).
Ia mengaku sudah bosan dengan kondisi kebanjiran itu ke aparat Setempat. Namun tak kunjung ada perubahan.
“Bukan uang yang kami butuhkan dari Pemerintah tapi perbaiki drainase yang buruk agar air tidak menggenangi pemukiman dan jalan kami lagi,” harapnya.
Dwi salah satu warga Ketapang lainya mengatakan, hujan lebat yang menguyur Kota Ketapang pada Selasa (24/1) malam mengakibatkan air meluap dari sungai Pawan hingga tak tertampung lagi. Ditambah lagi, sistem perairan drainase yang buruk juga menjadi potensi cepatnya air meluap hingga ke jalan.
“Debit airnya sudah banyak, ditambah hujan yang lebat makanya sungai itu meluap ditambah lagi buruknya sistem drainase yang ada, itu semakin menjadi,” ungkapnya.
Dwi menambahkan, meluapnya air ini pasti dikarenakan buruknya sistem drainase yang ada, ditambah lagi dengan debit air hujan yang datang lumayan lebat, air tidak tertampung lagi, sehingga masuk ke rumah masyarakat dan toko-toko.
“Ini untuk yang kesekian kalinya dirinya minta perhatian pemerintah lah untuk segera mencari solusi agar setiap hujan seperti ini tidak banjir lagi, ” harapnya.(dra)