
KETAPANGNEWS.COM,Kendawangan-Sepasang suami istri (Pasutri) Mustafa (56) dan Sri Wahyuni (51) asal Purwodadi Jawa tengah terkapar tak berdaya diruang perawatan klinik metro Kendawangan setelah menjadi korban pembegalan yang menimpa pasangan ini disalah satu simpang kebun sawit pada Minggu (5/2) pagi.
Menurut pengakuan anak korban Siti Rohana (25), kejadian berawal saat kedua orangtuanya serta dirinya bersama adik perempuannya dan juga anaknya yang baru berumur 2 tahun berencana mau belanja ke Kendawangan dengan mengendarai dua buah sepeda motor. Namun, saat berhenti disalah satu persimpangan sawit untuk memakai mantel hujan karena hari mendung tiba-tiba dari arah belakang datang dua orang dengan mengendarai satu buah sepeda motor.
“Lalu salah seorang dari mereka langsung memukul bapak saya dengan sepotong kayu dan langsung terjatuh dan sempat bangun. Namun pukulan demi pukulan menghujam bapak sehingga tersungkur,” tutur Siti Rohana saat melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kendawangan Minggu (5/2).

Rohana menuturkan, nasib naas juga menimpa ibunya yang langsung dipukul untuk merebut tas dari tangan ibunya, spontan dirinya bersma adiknya ikut membantu mempertahankan tas itu mesti dirinya sendiri sempat dipukul salah sat pelaku.
“Tarik menarik tas pun terjadi hingga tali tas terputus, namun apalah daya kami perempuan tidak bisa berbuat banyak apalagi saya bawa anak kecil,” ujarnya.
Rohana mengatakan, namun adiknya Dwi Alfian (19) sempat mengejar pelaku, saat tas ibunya sudah dibawa lari oleh pelaku dengan mengendarai sepeda motor, namun sayangnya tidak terkejar.
“Kejadian diperkirakan pukul 08.10 Wib, tas orangtua saya berisi uang tunai sebesar Rp 70 juta berikut dompet dan sebuah handphone ikut raib dibawa pelaku begal,”ungkapnya.
Saat ini kedua orangtuanya sedang dalam perawatan medis di klinik metro Kendawangan, rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit yang ada di Ketapang. Setelah mendapat laporan tim Buser Polsek Kendawangan langsung beraksi dan menuju ke TKP serta mengejar pelaku pembegalan. (Fendi)