
KETAPANGNEWS.COM—Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang mewacanakan untuk memindahkan tempat (merelokasi) bandara Rahadi Oesman. Pasalnya, bandara tersebut dinilai sudah tidak layak.
Menyikapi persoalan itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ketapang, Joko Prastowo mengungkapkan, terhadap pembangunan bandara baru, saat ini pihaknya sedang menghimpun data-data guna dikomunikasikan kepada pemerintah pusat.
“Saat ini kami menghimpun data-data sebelumnya. Jika sudah terkumpul, data itu akan dikomunikasikan kepada Kementerian Perhubungan,” ungkap Joko kepada Ketapangnews.com, Selasa (7/2).
Selain itu, pihaknya juga akan mengkoordinasikan kepastian tempat yang sudah disurvei untuk dibangun bandara baru. Menurutnya, selama ini belum ada kepastian tempat. Sifatnya hanya wacana di beberapa tempat saja.
“Kalau sudah terdata semua, bulan Maret 2017 akan langsung saya komunikasikan ke pusat. Kepastian harus kita peroleh dari pusat. Kita tidak bisa menunggu, kita harus jemput bola,” ucap mantan Kadis Dinsosnakertrans ini.
Mengenai kepastian, dirinya belum bisa memastikan kapan bisa terealisasi lantaran belum dikomunikasikan. Namun dalam upaya proses pengumpulan data.
Dijelaskan Joko, untuk perelokasian merupakan kewenangan pusat. Dishub Ketapang hanya menyediakan lahan. Akan tetapi, itu semua perlu dilakukan kajian juga. Persoalan jadi atau tidak, tentu itu kewenangan pusat karena anggaran dari sana.
Bicara kelayakan, diakuinya, di Ketapang memang sangat layak untuk dibangun bandara baru. Sebab, untuk pengembangan sarana transportasi pesawat, bandara harus dipindahkan. Terlebih lagi bandara Rahadi Oesman sudah tidak bisa dikembangkan lagi.
Kemudian, dari sisi keamanan, untuk masuknya pesawat besar sudah tidak mungkin lagi. Sebab pemukiman penduduk sudah semakin banyak.
“Jika wacana tersebut terealisasi, maka akan berdampak positif terutama dari sisi ekonomi yang mengalami peningkatan. Ditambah lagi bandara yang akan dibangun berstandar Internasioanal,” pungkasnya.(absa)