
KETAPANGNEWS.COM, Jakarta – Hasil penghitungan nyata (real count) dilangsir dari laman resmi KPU Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU, data masuk Jumat (17/2) Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, ke KPU DKI sudah mencapai 100 persen dari total 13.203 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memperoleh suara tertinggi 2.357.587 suara (42,91 persen), Anies Baswedan-Sandiaga Uno bertenger diposisi kedua memperoleh 2.200.636 suara (40,05 persen). Sementara Agus Yudhoyono-Sylviana Murni pasangan nomor urut 1 harus keluar arena pertarungan di Pilkada DKI, karena hanya memperoleh 936.609 suara (17,05 persen).
Berdasarkan data tersebut, perolehan suara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat beda tipis dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk memperebutan kursi panas DKI 1.
Penghitungan real count di laman resmi KPU tersebut berdasarkan data entry model C1. Jika terdapat kesalahan pada model C1, akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi di tingkat atasnya.
Pilkada DKI Jakarta dipastikan akan memasuki babak baru putaran kedua. Pasalnya diputaran pertama tidak ada satu pun pasangan calon memperoleh syarat suara 50 persen plus satu untuk jadi pemenang.
Pada putaran kedua ini, hanya diambil dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak, yang akan bertarung di Pilgub DKI pada putaran kedua nanti yakni Ahok-Djarot yang memperoleh suara tertinggi. Ahok-Djarot akan “berjibaku” melawan pasangan Anies-Sandiaga Uno yang berada di posisi kedua memiliki suara terbanyak. Sementara Agus Yudhoyono-Sylviana Murni harus angkat koper karena memperoleh suara terendah.
Dari jadwal KPU DKI Jakarta putaran kedua, pemungutan dan penghitungan suara pada 19 April 2017 dan Rekapitulasi suara 20 April sampai 1 Mei 2017. (dra)