Jeritan Warga Enam Desa Hulu Sungai Yang Terisolir

"Tolong dengarkan jeritan penderitaan rakyat yang telah memilih dan membuat kalian duduk dikursi DPRD," ucap Ketua Perkumpulan Bihak Sakayuq, Sabinus Andi

IMG-20170224-WA0000
Transfortasi sungai satu-satunya akses warga di enam Desa Kecamatan Hulu Sungai

KETAPANGNEWS.COM – Warga di enam Desa Kecamatan Hulu Sungai, Ketapang sampai saat ini masih terisolir. Pasalnya belum adanya akses jalan darat yang menghubungkan Ibukota Kecamatan menuju enam desa tersebut atau sebaliknya.

Akibatnya masyarakat yang hendak menuju Ibukota Kecamatan harus mengeluarkan biaya besar dengan menggunakan satu-satunya jasa transportasi sungai.

Ketua Perkumpulan Bihak Sakayuq, Sabinus Andi, mengatakan, sejak dimekarkan dari Kecamatan Sandai 2004 lalu, hingga saat ini Kecamatan Hulu Sungai sangat minim pembangunan.

“Jangankan bicara desa-desanya, di ibukota kecamatan Menyumbung saja sampai sekarang belum menikmati fasilitas listrik, apalagi di desa-desanya,” ungkap Jum’at (24/2) via telpon selularnya.

Menurutnya, persoalan yang paling utama yang harus menjadi fokus Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang yakni mengenai infrastruktur jalan.

” ini sangat penting guna membuka keisolasian desa-desa di pedalaman Kecamatan Hulu Sungai,” ungkapnya.

Ia menuturkan dari 12 desa yang ada, yang sudah bisa diakses jalan darat hanya enam desa, yakni Desa Menyumbung, Desa Benua Krio, Desa Senduruhan, Desa Cinta Manis, Desa Sekukun dan Desa Riam Dadap.

“Sedangkan enam desa lainnya yang belum terbuka akses jalannya Desa Lubuk Kakap, Desa Batu Lapis, Desa Beginci Darat, Desa Krio Hulu, Desa Kenyabur dan Desa Bengaras,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, akibat belum adanya infrastruktur jalan darat, masyarakat harus menggunakan transportasi sungai dengan biaya yang mahal serta waktu yang cukup lama. Bahkan mencapai satu hari satu malam untuk mencapai di kota Kecamatan. Biayanya bisa berkisar Rp 1,5 juta pulang pergi.

“kan kasian masyarakat kita, bahkan akibat terisolir harga kebutuhan sembakopun menjadi mahal,” keluhnya.

Ia menilai, selama ini yang menjadi persoalan belum adanya akses jalan darat di enam desa tersebut, selain kurang peduli dan fokusnya Pemda serta Anggota DPRD Dapil setempat, juga karena adanya beberapa desa yang terkena Hutan Produksi (HP) dan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sehingga menghambat pembangunan.

“Sebenarnya persoalan kawasan HP dan HPT bukan persoalan besar, asal ada keseriusan selama peruntukan jelas untuk pembangunan fasilitas umum, selama ini sudah sering disuarakan tapi belum ada realisasinya,” tuturnya.

Untuk itu, Ia berharap Pemda segera mungkin membuka keisolasian desa-desa pedalaman Hulu Sungai, ia juga meminta Anggota DPRD Ketapang Dapil 3 khususnya Hulu Sungai untuk bangun dari tidur panjang dan kembali sebagai fungsinya sebagai penyambung lidah dan harapan masyarakat.

“Tolong dengarkan jeritan penderitaan rakyat yang telah memilih dan membuat kalian duduk dikursi DPRD,” gugahnya.

Ia dan warga berharap pada Musrenbang tingkat Kabupaten tahun anggaran 2018 apa yang menjadi harapan masyarakat selama ini bisa di akomodir.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.