
KETAPANGNEWS.COM—Guna memperkecil tindakan Prostitusi di Kabupaten Ketapang, Sejumlah penginapan dan Tempat Hiburan Malam (THM) di razia, Sabtu (25/2) dini hari. Razia dilaksanakan secara gabungan dengan dikomandoi Polisi Militer (PM). Dalam pelaksanaan, sebanyak 52 orang terjaring razia.
“Jumlah total yang terzaring razia sebanyak 52 orang. Terdiri dari Pekerja Seks Komersial (PSK), pelajar dibawah umur dan tanpa KTP,” kata Letnan Satu (Lettu) Corp Polisi Militer (CPM), Abdul Kadir saat diwawancara, Minggu (26/2).
Abdul Kadir menjelaskan, razia dilaksanakan dalam rangka menjalankan program Operasi Penegakan Ketertiban( Gaptib) setiap triwulan. Dalam razia ini bergabung bersama Propam Polres Ketapang, Dinas Sosial, Satpol PP dan Dinas Kesehatan.
Lanjut dia, Target yang dirazia dari pihaknya yakni anggota TNI, Propam dari Polres sasarannya anggota polisi, sedangkan Satpol PP pegawai Pemda maupu PSK.
“Untuk pelanggar dari TNI hasil razia yang dilakukan nihil. Diharapkan razia yang kita laksanakan dapat meningkatkan disiplin, terutama anggota TNI,” ujarnya.

Terhadap yang terjaring razia, diungkapkannya untuk masing-masing fungsi akan diserahkan kepada yang berwenang. Seperti Dinas Sosial menangani soal pelajar bawah umur dan PSK, begitu juga intansi yang terlibat lainnya.
“Yang diduga pelajar berstatus PSK dan jelas PSK sudah kita serahkan ke Dinas Sosial. Begitu juga dengan yang tidak memiliki KTP sudah diserahkan ke Pol PP,” timbalnya.
Selanjutnya, terkait hasil tes darah yang dilakukan terhadap yang sudah terzaring razia, dijelaskannya bertujuan untuk mengetahui status PSK. Guna mengetahui apakah mengidap penyakit atau tidak.
“Kalau mengidap, Dinas Sosial akan berkoordinasi untuk penanganannya bersama Dinas Kesehatan. Untuk data hasil tes kita belum mengetahui, sebab memerlukan waktu dalam pemeriksaannya,” tutupnya.
Terpisah, Kasi Rehabilitasi Sosial, Didit Haryadi yang juga ikut dalam razia menambahkan, terhadap para PSK dan Pelajar yang diduga PSK untuk Sementara ditampung dahulu sambil ditanya.
“Selanjutnya jika yang bersangkutan mau dibina, maka dia akan dibimbing, dilatih dan diberikan keterampilan, khususnya PSK,” ucap Didit dilokasi razia.(absa)