
KETAPANGNEWS.COM—Terkait harapan Kelompok Tani Teluk Sengkuang Desa Ulak Medang yang lahannya 10 Hektar diserang hama belalang agar mendapat bantuan benih. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Ketapang mengaku saat ini belum bisa memberikan bantuan benih lantaran terkendala anggaran.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Distanak Ketapang, Akhmad Humaidi. Ia mengaku memang mendengar ada serangan hama di Desa Ulak Medang Kecamatan Muara Pawan, namun untuk laporan pasti dan resminya pihaknya belum mengetahuinya.
“Laporan pastinya belum ada masuk ke kita,” kata Humaidi saat dikonfirmasi wartawan Kamis (27/10).
Menurut Humaidi, pihaknya juga masih mencari solusi, bagaimana membantu para petani yang sawahnya diserang belalang, karena kendala yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran.Pihaknya tahun ini belum bisa membantu benih bagi para petani, lantaran bantuan untuk petani belum masuk dalam perencanaan, karena persoalan serangan hama tidak bisa di prediksi.
“Karena kita tidak tahu pasti, kapan belalang menyerang,’’ ujarnya.
Ia menuturkan, ketika belalang-belalang ini menyerang lahan petani, untuk anggaran tahun 2016 ini sudah lewat. Hanya saja pihaknya bisa membantu petani mendapatkan benih subsidi yang harganya murah.
Caranya jelas Humaidi, para petani yang menjadi korban serangan hama belalang melaporkan kejadian tersebut ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang kemudian disampaikan ke Dinas Pertanian dan Peternakan Ketapang, setelah itu pihaknya menyampaikan data tersebut ke pihak pengadaan benih subsidi.
“Sehingga prosesnya lebih cepat dan petani hanya mengeluarkan biaya murah untuk mendapatkan benih subsidi,” jelas Humaidi.
Humaidi menambahkan, jika tanpa subsidi harga perkilo benih Rp. 10 ribu, dengan disubsidi perkilonya hanya Rp. 2.500, jadi harganya lebih murah. Pihaknya menghimbau para petani yang lahannya diserang belalang dan memerlukan benih segera melapor.
“Biar kita bantu mendapatkan benih subsidi yang harganya lebih murah,” ujarnya.(dra)