Anggota DPR RI Akan Usahakan Renovasi Lapas

"Minimal yang kita utamakan renovasi terhadap plafon serta tembok yang tingginya tidak ideal, jadi nanti setelah plafon dan tembok direnovasi saya berharap tidak ada lagi kabar soal napi yang kabur dari Lapas Ketapang ini," tegas Anggota DPR RI Erma Suryani Ranik.

kondisi-lapas
Anggota DPR RI, Erma Suryani Ranik berdialog dengan warga binaan lapas Ketapang, Senin (31/10)

KETAPANGNEWS.COM—Kondisi bangunan Lapas Kelas II B Ketapang yang memprihatinkan, juga ditegaskan Anggota DPR RI Komisi III, Erma Suryani Manik  dalam waktu dekat akan diusahakan untuk dilakukan renovasi terutama pada bagian plafon serta tembok Lapas Kelas II B Ketapang yang dinilai sangat tidak ideal dan memicu mudahnya narapidana melarikan diri dari Lapas Ketapang.

“Kemarin (Senin-red) saya ketemu Kalapas, saya juga melihat langsung kondisi Lapas, memang Lapas Ketapang menjadi perhatian bersama karena kondisi sarana dan prasarana lapas yang tidak standart, seperti misalnya dek yang terbuat dari kayu, tembok bangunan yang tingginya tidak standart,” katanya Selasa (1/11).

Erma melanjutkan, melihat kondisi tersebut pihaknya konsentrasi dalam waktu dekat melakukan renovasi terhadap Lapas Kelas II B Ketapang, terutama terhadap bangunan yang mendesak untuk segera direnovasi.

“Minimal yang kita utamakan renovasi terhadap plafon serta tembok yang tingginya tidak ideal, jadi nanti setelah plafon dan tembok direnovasi saya berharap tidak ada lagi kabar soal napi yang kabur dari Lapas Ketapang ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain persoalan bangunan Lapas Ketapang yang tidak ideal, dalam reses pihaknya ke Lapas Ketapang dirinya mendengarkan banyak keluhan dari Kalapas dan bahkan dari narapidana langsung, diantaranya mengenai biaya makan napi yang hanya Rp 15 ribu untuk tiga kali makan dalam sehari yang saat ini sudah habis anggarannya, minimnya sumber daya manusia atau sipir di Lapas, sulitnya pengobatan terhadap penghuni lapas yang sakit yang tidak memiliki BPJS.

“Sementara ini kita konsen merehap beberapa bangunan Lapas dulu karena untuk persoalan anggaran dan SDM prosesnya panjang, sedangkan untuk urusan pengobatan napi kita sudah minta anggota DPRD Fraksi Demokrat Ketapang berdiskusi bersama Kalapas untuk membicarakan ini ke Pemda Ketapang lantaran Lapas ini warga binaannya mayoritas warga Ketapang dan berada di Ketapang tentunya juga menjadi tanggung jawab Pemda Ketapang,” tegasnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.