Ini Pesan “Ngeri-Ngeri Sedap” Sutan Bhatoegana Sebelum Meninggal

"Ada dua orang yang dilaporkan. Karena kesaksian palsu," kata pengacara Sutan, Feldy Taha.

sultan
Fadli Zon saat membesuk Sutan Bhatoegana, yang dirawat di RS Bogor Medical Center membawakan buku Sutan “ngeri-ngeri sedap”- Detiknews.

KETAPANGNEWS.COM, Jakarta–Sutan Bhatoegana, meninggal dunia Sabtu (18/11) pukul 08.00 WIB, Sutan mengembuskan napas terakhir di RS Bogor Medical Center. Sosok Sutan dikenal dengan ciri khas ucapan nyentriknya “ngeri-ngeri sedap”. Sutan di dianogsis mengidap penyakit  kangker hati.

Dilansir Detiknews, Sutan dikabarkan sakit sejak akhir Oktober 2016. Dia awalnya dirawat di RS Hermina Bandung kemudian dirujuk di RS Medistra, lalu ke Bogor Medical Center. Diagnosis dokter, Sutan mengidap sirosis hepatitis atau kangker hati.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Fraksi Demokrat ini meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker hati. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Sutan sempat dalam kondisi tidak merespons total.

“Saya dikabari pihak keluarga dari pagi tadi pukul 06.00 WIB, beliau sudah tak merespons total,” ujar pengacara Sutan, Feldy Taha, Sabtu (19/11).

Menurut Feldy ia mendapat kabar, keluarga langsung berkumpul ketika Sutan tak bisa merespons sama sekali. Hingga akhirnya pukul 08.00 WIB, akhirnya Sutan meninggal dunia.

Feldy mengaku mendapat pesan dari Sutan tiga hari yang lalu sebelum Sultan meninggal. Saat itu Ia  membesuk ke RS BMC Bogor, tempat Sutan dirawat.

Pesan tersebut terkait dengan laporan Sutan ke Bareskrim Polri mengenai kesaksian palsu dua orang saksi di persidangan suap untuk anggota Komisi VII DPR. Kasus tersebut menjerat Sutan dan membuatnya dikenai hukuman 12 tahun penjara.

“Ada dua orang yang dilaporkan. Karena kesaksian palsu,” ujar Feldy.

Kesaksian dua orang yang disebut palsu tersebut, kata Feldy, memberatkan Sutan di persidangan. Sutan meminta laporan itu di-follow up tim pengacara.

Sutan merupakan pria asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, ini juga pernah menjabat sebagai Ketua Komisi VII DPR.Selama di Senayan, Sutan dikenal dengan celotehan nyentrik yang biasa dia pakai saat wawancara. Mulai “ngeri-ngeri sedap” hingga “masuk tuh barang” menjadi ucapan yang identik dengan Sutan.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama keluarganya juga melayat alamarhum Sutan Bhatoegana. SBY tiba di rumah duka di Villa Duta, Jl Sipatahunan no 26 Bogor pukul 14.30 WIB. Dia datang didampingi oleh isterinya Ani Yudhoyono dan putera keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Begitu datang SBY dan keluarga disambut oleh kader Demokrat yang telah tiba sebelumnya yakni Max Sopacua, Roy Suryo dan Imelda Sari. SBY dan keluarga langsung menuju ke dalam rumah almarhum disemayamkan. Dalam rombongan itu tampak ada juga Wakil Presiden di era SBY menjabat, Boediono. Mereka mengaku kehilangan sosok Bhatoegana sebagai sahabat dan mendoakan Sutan Bhatoegana diterima di sisi Tuhan.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.