
KETAPANGNEWS.COM—Guna menjaga kebersamaan dan toleransi antar ummat beragama dalam mengisi pembangunan di ketapang, Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang bersama Masyarakat, TNI dan Polri menggelar silaturrahmi Kebhinekaan dan NKRI harga mati, di Aula Pendopo Bupati, Rabu (22/11).
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang, Martin Rantan mengatakan, silaturrahmi diselenggarakan dalam rangka menyatukan persepsi masyarakat Ketapang yang maksimal. Menurutnya, Ketapang adalah daerah yang penuh dengan kebhinekaan.
“Untuk itu, silaturahmi kali ini menjadi momen penting bahwa kita harus saling menjaga. Menjaga perasaan satu sama lain dan saling toleransi terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan,” kata Martin, Rabu (22/11).
Dikabupaten Ketapang sendiri, lanjut Martin, hampir semua suku dan agama ada. Artinya kita hidup dalam kebhinekaan yang merupakan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Jadi kalau kita melihat negara, Kabupaten Ketapang ini adalah miniatur negara Republik Indonesia. Untuk itu, masyarakat ketapang agar tidak menimbulkan api kebencian kepada pemimpin dalam NKRI ini. Sampaikan pesan perdamaian dan persaudaraan ini kepada yang tidak hadir disini,” ajaknya.
Ia berharap, Out Put dari kegiatan ini tercipta sebuah daerah yang kondusif dari segala bidang. Terutama masalah keamanan, ketenteraman dan kedamaian.
“Ketapang dari dahulu hingga sekarang kondusif. Dengan adanya silaturrahmi ini dilaksanakan guna mempertahankan kekondusifan suasana yang penuh keharmonisan tersebut,” timbal Mantan Anggota DPRD Provinsi Fraksi Golkar ini.
Persoalan keamanan di ketapang, diakuinya, Pemerintah belum bisa menjamin keamanan 100 persen. Tapi pihaknya berusaha untuk tetap menciptakan suasana yang aman dan kondusif. “Saya yakin masyarakat ketapang cinta damai,” ucapnya.
Mengenai antisipasi keamanan dengan melihat terbukanya akses perlintasan, pihaknya tetap melakukan antisifasi terutama daerah perbatasan. Pemerintah juga menyarankan ke desa dan Kecamatan wilayah perbatasan untuk tetap antisifasi.
“Kedepan kita akan tekankan sampai ke tingkat RT agar 24 jam, tamu wajib lapor. Namun ini masih dalam tahap-tahap persiapan guna mematangkan rencana ini,” tutupnya.(absa)