Puluhan Perawat Ikuti Pelatihan Medis Darurat

“Kita mendatangkan tenaga trainer dari Emergency Medical Training (EMT) Jakarta. Trainer ini sudah terakreditasi khusus untuk pelaksanaan gawat darurat di lapangan. Sejauh ini kegiatan cukup memuaskan peserta karena tim trainer bagus,” kata Utin Susmayani.

perawat
Puluhan perawat mengikuti pelatihan medis darurat (Emergency Medical) yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Ketapang. Pelatihan Emergency Medical dilaksanakan di halaman Hotel Borneo Emeradl Ketapang.

KETAPANGNEWS.COM – 53 perawat yang tersebar di 24 puskesmas, tiga rumah sakit serta tenaga medis di empat perusahaan dan satu dokter mengikuti pelatihan medis darurat (Emergency Medical) yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Ketapang.Pelatihan Emergency Medical dilaksanakan beberapa hari di halaman Hotel Borneo Emeradl Ketapang.

Ketua DPD PPNI Ketapang, Utin Susmayani  menjelaskan, kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini untuk menstimulus tanggapan Pemerinatah Daerah Ketapang agar PPNI Ketapang bisa melaksanakan kegiatan yang bisa diterapkan kepada perawat, bidan dan dokter.

“Kita mendatangkan tenaga trainer dari Emergency Medical Training (EMT) Jakarta. Trainer ini sudah terakreditasi khusus untuk pelaksanaan gawat darurat di lapangan. Sejauh ini kegiatan cukup memuaskan peserta karena tim trainer bagus,” katanya Jumat (25/11) kepada wartawan.

Ia menjelaskan, Treiner yang yang di datangkan dari EMT Jakarta ini sebanyak tujuh orang berlatar belakangkan perawat, perawat anastesis, dokter umum serta dokter bedah.

‘Pelatihan hari pertama semuanya dilakukan dalam kelas, di antaranya pembelajarannya fokus membahas tentang trauma jantung, mata, perut, dada, paru, tenggelam, gigitan ular serta kecelakaan-kecelakaan di lapangan,” jelasnya.

Kemudian hari kedua, lanjut Utin dilanjutkan simulasi atau praktek di lapangan,di antaranya berupa bantuan hidup dasar dengan tindakan resosi terhadap jantung dan paru.

“Nanti dilanjutkan lagi menggunakan media seekor kambing dilakukan simulasi,” ungkapnya.

Utin berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan untuk seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan Ketapang dan Pemda Ketapang nanti diharapkan bisa memfasilitasi atau menganggarkan untuk kegiatan serupa.

Sementara salah satu Perawat Puskesmas Desa Sei Awan Kiri, Susi Lianti yang ikut pelatihan   mengatakan, pelatihan ini sangat bagus dan penting terus dilaksanakan. Menurutnya, semakin sering tenaga medis mendapatkan pelatihan semakin banyak pengalaman yang didapat. Sehingga kecakapan dalam bertindak ketika di lapangan tentu semakin baik.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk menambah kemampuan tenaga medis di Ketapang seperti perawat ketika bertugas di lapangan,”ujarnya.

Susi berharap kegiatan pelatihan dalam bentuk lainnya terhadap tenaga medis di Ketapang terus dilaksanakan secara rutin,karena wilayah Kabupaten Ketapang sangat luas. “Sedangkan tenaga medisnya tersebar di daerah-daerah,” ujarnya.

Menurutnya, tenaga medis seperti perawat memang harus memiliki skil dan pengetahuan yang baik dan maksimal guna memberikan pertolongan dasar pada korban, sebab cukup banyak daerah di Ketapang yang jauh dari rumah sakit. Ia berharap nantinya Pemda Ketapang bekerjasama dengan PPNI bisa melaksanakan berbagai pelatihan untuk para medis di Ketapang ini secara rutin dan berkelanjutan.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.