
KETAPANGNEWS.COM – Harga ikan di pasaran Ketapang mengalami kenaikan yang cukup signifikan, kenaikan harga ikan disebabkan cuaca di perairan Ketapang yang sejak beberapa waktu belakangan ini buruk sehingga membuat nelayan enggan melaut.
Syaiful (39) pedagang ikan di Pasar Tradisional Rangga Sentap, mengaku kalau kenaikan harga ikan terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Selain harga yang melonjak, beberapa jenis ikan mulai susah didapat. Kenaikan harganya berpariasi, mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu perkilo.
Menurutnya, harga ikan yang mengalami kenaikan diantaranya ikan bawal yang sebelumnya dijual Rp 35 ribu sekarang menjadi Rp 50 ribu, ikan tenggiri yang sebelumnya Rp 60 ribu menjadi Rp 80 ribu, ikan kakap merah sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 70 ribu, ikan tongkol yang sebelumnya Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu, ikan kakap putih sebelumnya Rp 100 ribu menjadi Rp 130 ribu, termasuk juga cumi yang sebelumnya Rp 45 ribu naik menjadi Rp 65 ribu perkilonya.
“Kenaikan harga ini karena cuaca buruk, jadi nelayan kebanyakan tidak melaut karena terlalu beresiko, makanya lapak pedagang ikan banyak yang kosong,” ungkapnya Kamis (15/12).
Ia menuturkan, akibat kenaikan harga ikan otomatis membuat pemasukan pedagaang ikan menurun, lantaran konsumen yang membatasi jumlah pembelian ikan segar.
“Ditambah lagi kebutuhan pokok menjelang Hari Natal dan Tahun Baru 2017 mulai mengalami kenaikan juga,” ujarnya.
Sementara Resti (27) ibu rumah tangga yang tingga di Kelurahan Sampit mengaku kalau harga ikan di Ketapang mengalami kenaikan sejak beberapa pekan belakangan. Ia menilai kenaikan diduga karena cuaca buruk sehingga nelayan banyak tidak melaut.
“Mungkin nelayan banyak tidak melaut, jadi stok ikan berkurang makanya harganya jadi mahal,” katanya.
Ia berharap agar harga ikan di Ketapang dapat kembali normal dan berharap cuaca kembali membaik, agar para nelayan dapat melaut sehingga stok ikan dipasaran banyak dan hargapun tidak mahal lagi.(dra)