Cuaca Exstrim, Dua Rumah Di Sungai Tengar Roboh

Togap Manik: Dukungan Tanggap Darurat Sedang Diupayakan

rumah-roboh
Dua Buah Rumah di Sungai Tengar roboh dihantam angin dan ombak.

KETAPANGNEWS.COM—Cuaca Extrim yang melanda sebagian wilayah Indonesia termasuk di Kabupaten Ketapang membuat para nelayan enggan melaut. Disamping angin kencang, ombak laut yang kurang bersahabat mengakibatkan cuaca extrim tersebut berimbas pada robohnya dua buah rumah warga yang berada disepanjang garis pantai Sei Tengar Kecamatan Kendawangan.

Kepala Dusun Sei Tengar Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan Aguslan Siregar mengatakan, robohnya rumah warga, selain diakibatkan oleh cuaca yang ekstrim menghadapi musim barat juga diduga akibat imbas dari pekerjaan proyek reklamasi pantai untuk terminal pelabuhan PT WHW.

Menurutnya, dengan dikeruknya pasir yang awalnya menjadi pelindung kini sudah terkikis.  Diungkapkannya, pada saat mendirikan rumah 2 tahun yang lalu masih ada sekitar 10 meter sisa tanah dari bibir pantai.

“Namun sekarang habis terkikis sampai-sampai rumah warga kami roboh terkena abrasi pantai. Jika di hitung-hitung kerugian mereka mencapai puluhan juta rupiah,” kata Aguslan, Jum’at (23/12).

Atas kejadian ini, diharapkannya baik pemerintah maupun perusahaan WHW perduli dengan nasib warga yang rumahnya roboh dan mencarikan solusinya. Ini diminta agar warga Dusun Sei Tengar tidak was was dan khawatir akan robohnya kembali rumah milik warga lainnya.

Saat dikonfirmasi, Kamis (22/12) malam melalui WA, Manajer CSR PT WHW, Togap L Manik  mengatakan bahwa pihaknya baru mendapat laporan tentang hal tersebut dari Kadus Sei Tengar. Terkait dukungan tanggap darurat sedang diupayakan pihaknya.

Togap menuturkan, sebagaimana peringatan yang disampaikan BMKG, bahwa beberapa bulan ini ada anomali cuaca yang terjadi berupa angin kencang dan ombak yang relatif tinggi pada saat air laut pasang.

Ia menambahkan, bahwa ada terminal khusus milik PT WHW yang posisinya menghadap sisi barat juga mengalami dampak pada konstruksi yang baru dibangun. “Kejadian ini merupakan fenomena alam yang harus kita hadapi bersama sama,” ucapnya.(fendi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.