Di Hantam Ombak Tiga Meter, Delapan Orang Tengelam

img-20161212-wa0003
Basarnas saat melakukan pencarian terhadap nelayan yang tengelam Minggu (11/12).

KETAPANGNEWS.COM– Dua Kapal tengelam dihantam ombak setinggi 3 meter di sekitar muara perairan Ketapang Minggu (11/12) siang. Delapan orang sempat terapung-apung belasan jam lamanya.

Satu Kapal nelayan pukat berisi 3 orang nelayan yakni Idrus (34), Yandi (30), Dardi (21) serta satu kapal pemancing berisi 5 orang warga yakni Jamil (40), Budi (24), De’en (34), Jalil (31) dan Ade (19) tenggelam dihantam ombak setinggi 3 meter di dua lokasi berbeda sekitar muara perairan Ketapang. Beruntung Delapan nelayan ini berhasil selamat.

Kepala Basarnas Ketapang, Kamel mengatakan, pihaknya pertama kali mengetahui adanya kapal tenggelam dihantam ombak dari Kapten Kapal Cahaya Muda yang melihat ada tiga nelayan mengapung sekitar pukul 14.30 WIB,

“Melihat kejadian tersebut Kapten Kapal Cahaya Muda Agus langsung melaporkan kejadian kepada kita,” kata Kamel Senin (12/12) siang.

Kamel menjelaskan, Agus menghubungi pihaknya dan memberitahukan ada tiga orang terapung menggunakan tutup fiber di sekitar muara, tiga orang ini ternyata para pemancing yang berasal dari kampung sampit, mereka turun memancing berlima namun 3 orang hanyut bersama mengunakan tutup fiber, sedangkan dua lainnya hanyut terpisah menggunakan jirigen.

Ia mengunkapkan, saat itu pelapor tidak dapat memberikan bantuan karena kondisi arus deras dan kapal yang dibawa pelapor tidak bisa masuk ke muara karena kondisi air yang tidak dalam. Pihaknya yang mendapat laporan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti angkatan laut, pol air dan langsung menuju lokasi ketiga pemancing yang mengapung.

“Sesampainya dilokasi ketiga pemancing tidak ditemukan, kemudian kita terus melakukan pencarian hingga ke arah selatan laut sekitar 5 mil dari lokasi yang dilaporkan,” ujarnya.

Kamel menuturkan, saat melakukan pencarian pihak Basarnas mendapat telepon dari warga yang mengaku kalau tiga kerabat mereka yang pergi melaut dari subuh hingga sore tidak pulang-pulang dan diinformasikan telah tenggelam dihantam ombak setinggi 3 meter.

“Jadi ada dua kapal yang tenggelam, satu kapal nelayan pukat berisi 3 nelayan, satunya lagi kapal pemancing berisi 5 orang pemancing,” ungkapnya.

Menurutnya, saat melakukan pencarian kondisi ombak lumayan tinggi dan arus deras, sekitar pukul 17.00 sore memutuskan masuk ke muara lagi, kemudian pencarian di lakukan sambil berkomunikasi dengan masyarakat dan nelayan yang hendak pergi merawai agar menginformasikan jika menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau korban.

Kamel menjelaskan, baru sekitar pukul 22.30 WIB pihaknya mendapat laporan dari nelayan yang sedang merawai di tepian yang menemukan tiga orang pemancing di perairan Tanjung Belandang, mendapat laporan pihaknya langsung kelokasi guna melakukan evakuasi.

“Alhamudlillah sampai dilokasi kita evakuasi 3 pemancing yang dalam kondisi selamat, kemudian tidak lama kita dapat laporan dari nelayan lainnya sekitar pukul 12.00 lewat ada dua pemancing lainnya yang ditemukan di perairan tanjung belandang, keduanya juga dalam kondisi selamat dan langsung di evakuasi kemudian dibawa ke shelter Basarnas,” tuturnya.

Sedangkan untuk tiga nelayan pukat yang merupakan tiga bersaudara baru bisa ditemukan sekitar pukul 01.45 Dinihari oleh nelayan yang juga sedang merawai dipinggir perairan tanjung belandang.

“Tiga nelayan pukat masih mengapung menggunakan fiber tutup penyimpanan ikan, saat kita evakuasi ketiganya dalam kondisi selamat namun mereka kedinginan lantaran terlalu lama berendam,” terangnya.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.