
KETAPANGNEWS.COM—Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Kayung Argo Lestari (KAL) di Kecamatan Matan Hilir Utara diresmikan Bupati Ketapang Martin Rantan, Selasa (6/12). Hadir dalam peresmian seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Ketapang mengatakan, pembangunan pabrik ini memiliki makna begitu besar terhadap pembangunan Ketapang. Hal itu sebagaimana visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih yaitu menuju Ketapang maju masyarakat sejahtera.
Pemerintah, Lanjut Martin, mendukung penuh pembangunan pabrik ini. Terlebih menjadi motivasi seluruh unsur di Ketapang agar lebih maju. “Perusahaan perkebunan yang diberi izin tentu diharapkan sampai kepada membangun pabrik,” kata Martin, Selasa (6/12).
Selain itu, Masyarakat Ketapang diharapkannya juga memperoleh kemajuan dengan berdirinya perkebunan dan PKS ini. Sebab, pemerintah saat ini sedang melakukan program dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Serta membuka peluang masyarakat yang mempunyai lahan untuk membuat lahan plasma mandiri.
Namun, ia mengingatkan kepada masyarakat agar jangan mengambil areal dalam izin konsesi Perusahaan dan tidak boleh merambah atau menjadikan kebun dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang ada di sekitar area PT KAL.

Sementara itu, CEO Palm Oil PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk, Geetha Govindan Gopalakrishnan mengungkapkan, pabrik pengolahan tanda buah segar kelapa sawit yang diresmikan ini berkapasitas 2×45 ton per jam. Hal demikian tentu menjadi sejarah baru.
Govinda menjelaskan, pembangunan fasilitas ini sejalan dengan pertumbuhan produksi kelapa sawit dari kebun inti, mitra perusahaan dan kebuh masyarakat. Menurutnya, Pembangunan pabrik terwujud atas dukungan seluruh pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal.
“Dimasa mendatang kerjasama erat dan saling menopang di internal bersama pihak lain diharapkan menjadi prilaku positif guna memperkokoh budaya perusahaan. Semoga Grup ANJ ini terus mengoptimalkan menfaatnya,” harapnya.
Ia menambahkan, dirinya merasa bangga dan mengapresiasi sinergi antar departemen, baik di kantor ANJ Jakarta maupun PT KAL di Ketapang. Sehingga pembangunan fasilitas produksi ini berjalan sesuai rencana dan hasilnya optimal.
Hal senada juga disampaikan, Komisaris Utama PT ANJ Tbk, Adrianto Machribie, beroprasinya pabrik PT KAL dikarenakan dukungan dan kerjasama seluruh pihak. Sehingga pembangunan pabrik yang dimulai pada Pekan ke tiga Mei 2015 bisa selesai tepat waktu.

Kemudian, kedepan pihaknya akan meningkatkan kapasitas PT KAL dalam mengolah tandan buah segar. Hal demikian seiring meningkatnya produksi kelapa sawit dari kebun inti dan mitra perusahaan.
“Sebab itu seluruh jajaran grup ANJ berterimkasih terhadap komitmen dan kerja keras tim yang terlibat serta terhadap dukungan seluruh pemangku kepentingan terutama Bupati dan jajaran Pemkab Ketapang serta lainnya,” kata Adrianto.
Selanjutnya, selain membangun pabrik, PT KAL juga mengembangkan area perkebunan dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan tanpa meninggalkan kepentingan konservasi hutan dan isinya.
Ia menyebutkan, di lokasinya terdapat dua area hutan yang memiliki nilai konservasi tinggi sebagai rumah bagi orang utan dan sejumlah flora dan fauna, yaitu areal seluas 2330 hektar dan areal seluas 657 hektar yg Pengolahan area konservasi itu pihaknya bekerjasama dengan masyarakat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia. Kemudian Universitas Tanjungpura, lembaga swadaya masyarakat international dan The Nature Conservancy.
“Dalam hal ini kami memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Terutama masukan, kritik dan saran guna menyempurnakan komitmen kami dalam mengaplikasikannya,” pintanya.(absa/adv)