PSBD Kalender Rutin Tahunan

“Di antara rangkaian kegiatan selain perlombaan ada Rakerda (rapat kerja daerah-red),” kata Ketua Harian DAD Ketapang, Drs Heronimus Tanam.

tanam-1
Ketua Harian DAD Ketapang, Drs Heronimus Tanam

KETAPANGNEWS.COM – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang, Drs Henrikus diwakili Ketua Harian DAD Ketapang, Drs Heronimus Tanam mengatakan, Pentas Seni Budaya Dayak (PSBD) DAD Ketapang merupakan kegiatan rutin tiap tahun. Pada 2016 ini merupakan kegiatan yang keempat kalinya. Kegiatan ini menjadi kalender tahunan dan rutin dilaksanakan di Ketapang.

“Di antara rangkaian kegiatan selain perlombaan ada Rakerda (rapat kerja daerah-red),” katanya saat pembukaan PSBD DAD Ketapang, Minggu (11/12).

Ia menjelaskan isi Rakerda itu di antaranya untuk mengevaluasi apa yang terjadi di masyarakat adat khususnya di Ketapang. Lantaran cukup banyak persoalan terjadi selama ini yang setiap saat selalu pihaknya terima bahkan dirasakan.Pertama persoalan pembebasan lahan sampai hari ini tidak pernah berkurang. Di antaranya faktornya banyak perusahaan memerlukan lahan.

“Kemudian pada 2016 Ketapang menerima Keputusan Presiden mengenai kebakaran hutan dan lahan,” jelas Drs Heronimus Tanam yang juga Asisten III Setda Ketapang ini.

Ia mengungkapkan,terkait Keputusan Presiden itu timbul persoalan ketika disosialisasikan di pedalaman. Terutama mengenai larangan pembakaran ladang yang sangat merisaukan masyarakat. Tapi karena itu aturan sehingga di jajaran Ketapang mengambil langkah kebijakan. Lantaran jika ladang tak dibakar maka habislah kampung tengah masyarakat Dayak di pedalaman.Maka hal ini perlu dibahas dicarikan solusi dan dibuatkan saran kepada Pemerintah Daerah, Provinsi hingga Pusat.

“Karena berladang sangat prinsip bagi masyarakat,” ungkapnya.

ia menjelaskan, sedangkan masyarakat pedalaman belum memiliki teknologi seperti persawahan, sehingga berladang tetap harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup. Jika masyarakat membakar bisa berhadapan tersandung masalahan hukum. Sebab itu pada kegiatan ini harus dibicarakan agar ketakutan masyarakat pedalaman untuk berladang tidak terulang lagi di masa mendatang.Beruntung di tahun ini masyarakat petani dibantu musim hujan, sehingga masyarakat tidak membuka ladang dengan  membakar.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.