
Laporan Wan Usman, Manis Mata
KETAPANGNEWS.COM, Manis Mata – Seorang balita yang bernama Sahwa kelahiran Desa Manis Mata 22 Maret 2016 yang menderita penyakit tumbuhnya benjolan di kening sejak usianya tiga bulan. Kini, di usia Sahwa sekitar 10 bulan benjolan tersebut semakin membesar dan rencananya akan menjalani operasi di Rumah Sakit yang ada di Ketapang.
Menurut keterangan Hamsyah ayah Sahwa kepada Ketapangnews.com benjolan yang tumbuh di kening putrinya berawal dari adanya goresan yang diduga kena kukunya sendiri pada saat Sahwa berusia 2 minggu.
Hamsyah menuturkan, kemudian tumbuhlah benjolan yang semakin hari semakin membesar. Ketika usia Sahwa mencapai 3 bulan Sahwa dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dan Balai Pengobatan yang ada di Kecamatan Manis Mata dan hasilnya bahwa benjolan yang ada di kening Sahwa yang diperkirakan Tumor itu harus dibelah dan itu pun belum bisa dilakukan, karena mengingat usia Sahwa masih kurang untuk dilakukan pembelahan serta juga kurangnya sarana yang berada di Puskesmas dan di Balai Pengobatan. Secara medis belum bisa dipastikan benjolan di kening kiri Sahwa ini apakah penyakit tumor atau penyakit apa karena kurangnya sarana yang ada di Puskesmas Manis Mata.

Mendengar dan melihat kenyataan yang dialami oleh Sahwa, melalui Karang Taruna Kecamatan Manis Mata membentuk tim Manis Mata Peduli yang tergabung dari unsur pemuda dan tokoh masyarakat melakukan penggalangan dana dengan cara mengalang sumbangan seikhlasnya kepada warga dengan tujuan bisa membantu meringankan biaya operasi dan pengobatan bagi Sahwa yang sangat memerlukan bantuan.
“Ini semua muncul secara spontan untuk melakukan penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan, ” ucap Bambang Ismanto Ketua Karang Taruna Kecamatan Manis Mata Sabtu (24/12).
Ismanto menambahkan, kita hanya bagian kecil dari kehidupan, tapi jadilah besar, karena manfaat yangbisa kita berikan bagi sesama. Semoga apa yang kita lakukan di berikan kemudahan dan memotivasi untuk memperdalam rasa peduli kita kepada sesama.
Penulis : Wan Usman
Editor : Andra