Cek Kejelasan TKA, WHW Akan Dikepung Massa

Aksi 717

spanduk-usir-tka
Ketua FPRK, Isa Anshari saat menunjuk spanduk persiapan aksi 717 Sabtu mendatang

KETAPANGNEWS.COM—Beredarnya informasi di masyarakat tentang banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal yang bekerja di PT WHW AR, Sabtu (7/1/2017) Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) menggelar aksi 717 dengan langsung terjun ke lapangan. Aksi dilaksanakan dalam rangka  membuktikan kebenaran informasi banyaknya TKA Ilegal asal China.

Saat dikonfirmasi, Ketua FPRK Isa Anshari membenarkan bahwa pihaknya akan melakukan aksi tersebut. Bahkan ditegaskannya, saat ini pihaknya sudah melakukan persiapan dan pengumpulan masa.

“Kita pastikan turun. Kita akan cek langsung kelapangan untuk mengecek kesesuaian data yang dilaporkan dengan jumlah dilapangan,” tegas Isa Anshari kepada Ketapangnews.com, Selasa (2/1).

Dikatakannya, FPRK sudah melakukan undangan terbuka di media sosial dengan isi mengajak masyarakat untuk bergabung bagi yang mau. Namun, diperkirakan pada aksi tersebut akan dihadiri ribuan masa.

“Sebelum aksi, pada pukul 11.00 seluruh masa akan berkumpul di Masjid Desa Sungai Nanjung. Usai melaksanakan sholat dzuhur kita langsung turun ke lapanagan,” jelasnya.

Terkait aksi 717 yanng akan digelar pihaknya bersama masyarakat nanti, dirinya menjamin tidak akan melakukan perbuatan anarkis. “Kami tidak akan melakukan perbuatan anarkis pada saat aksi 717 nanti. FPRK sebagai penanggung jawab” ucapnya.

Sebelumnya, Isa Anshari selaku ketua FPRK melakukan koordinasi dengan Anggota Komisi I DPRD Propinsi Kalbar, Zurkarnaen Siregar di pontianak.

Seperti yang diposting Isa dalam Accunt FB nya, pertemuan tersebut guna menyampaikan Aspirasi Rakyat Ketapang berkenaan TKA Ilegal dan segala permasalahan yang ada PT WHW di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar).

“Kami FPRK mendesak DPRD Propinsi Kalbar untuk memfasilitasi Audensi di Gedung DPRD Propinsi Kalbar bersama Instansi terkait,” tulisnya.(absa)

pn-ketapang

Leave a Reply

Your email address will not be published.