
KETAPANGNEWS.COM—Kepala Dinas Sosial, Perlindungan Anak, Perempuan dan Keluarga Berencana (KB), Rustami mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membuat Klinik Psikologi keluarga. Dibuatnya tempat tersebut sebagai wadah konsultasi bagi masyarakat yang mengalami masalah keluarga
“Rencana akan dibuat ruangan khusus konsultasi di kantor ini. Tujuannya sebagai wadah konsultasi untuk menangani masalah keluarga, baik kekerasan terhadap anak dan perempuan ataupun yang lain. Tenaga psikolognya juga sudah kita siapkan,” ungkap Rustami, Sabtu (21/1)
Rustami menjelaskan, setelah klinik sudah dibuat, setiap satu minggu sekali akan disiarkan melalui radio tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan. Ini dilakukan guna mempermudah para keluarga yang enggan untuk datang ke kantor.
“Jika masih ada yang malu-malu untuk datang ke sini bisa menanyakan via telepon melalui radio. Setiap minggunya akan disiarkan tentang masalah-masalah keluarga, seperti hukum dan lain sebagainya,” jelas dia.
Selain itu, mengenai wacana pembentukan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), dirinya menyambut baik akan pembentukan itu. Terlebih lagi wacana tersebut bisa secepatnya terealisasi.
“Rencananya kami akan mengadvokasi agar segera terbentuk KPAD di Ketapang,” timbalnya.
Sambil menunggu KPAD terbentuk, saat ini pihaknya memiliki program penyuluhan tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kemudian penyuluhan undang- undang (UU) perlindungan anak yang akan direalisasikan tahun 2017.
Lanjutnya, mengingat tahun 2016 kasus pelecehan terhadap anak cukup banyak di ketapang. Ia menghimbau, kepada orang tua agar selalu mengawasi dan mengontrol pergaulan anak-anaknya di lingkungan.
Menurutnya, soal pelecehan biasanya sering terjadi dari orang terdekat. Untuk itu, peran orang tua sangat besar dalam melakukan pengawasan terhadap anaknya.
“Pelecehan sering terjadi dilingkungan terdekat. Jadi sebagai orang tua harus mengawasi anaknya secara ketat. Kemudian para pendidik juga harus melakukan pengawasan terutama di lingkungan sekolah. Sebab, dilingkungan pendidikan juga sering terjadi pelecehan,” tutupnya.(absa)