
KETAPANGNEWS.COM – Wacana pemangkasan tenaga honor dan kontrak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang dinilai tidak tepat oleh Mantan Anggota DPRD Ketapang periode 2004-2009, Darius Ivo Elmoswat.
Menurutnya, jika alasannya karena untuk efesiensi dan efektif anggaran, maka itu bukanlah alasan yang tepat lantaran ia menilai jika pertahun anggaran daerah habis sebesar Rp 79 miliar untuk gaji honor dan kontrak maka jika yang dikurangi hanya ratusan maka anggaran yang keluar pertahun tidak berkurang begitu banyak.
“Pertahun jika hanya ratusan yang dikurang anggaran keluar sekitar Rp 70 Miliar, pengeluarannya masih besar, jadi alasan Pemda tidak tepat,” ketusnya, Kamis (19/1).
Ia menerangkan, alasan lainnya jika karena adanya tenaga honor yang gayanya melebihi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maka seharusnya dibina, jika penempatannya tidak merata maka harus ditata kembali. Terlebih, pemerintah harusnya mengurangi pengangguran tapi dengan pemangkasan ratusan tenaga honor maka pengangguran malah semakin banyak.
Belum lagi, akan diadakannya tes kembali yang bisa diikuti orang umum, maka ukuran kelulusan bagi mereka yang akan mengikuti tes bagaimana, lantaran ia menilai tidak menutup kemungkinan karena penerimaan di daerah maka ada pihak-pihak yang titip menitip agar lulus.
“Kalau penerimaannya bersistem online dan melalui pusat mungkin saja, tapi kalau hanya daerah kemungkinan titip menitip tentu ada,” ketusnya.(dra)