Kejaksaan Negeri Gelar Natal Bersama

"Kini kekerasan bukan hanya menjadi produk kekuasaan. Tapi masyarakat pun turut memproduk kekerasan itu sendiri. Dan, sungguh mengejutkan, ketika agama menjadi alat memproduk kekerasan," kata Kajari Ketapang Joko Yuhono.

Perayaan Natal
Tamu undangan di acara natal bersama Kajari Ketapang Senin (16/1) malam.

KETAPANGNEWS.COM- Keluarga besar Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang melaksanakan ibadah Pra Natal bersama masyarakat Ketapang yang merayakan Natal dihalaman Kejaksaan Negeri Ketapang Senin (16/1) malam.

Acara tersebut dihadiri Asisten III Pemda Ketapang ,Wakapolres, Dandim 1203, Kepala Pengadilan Negeri dan tamu udangan lainya.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang Joko Yuhono mengatakan, melihat perkembangan masyarakat sekarang sangat memprihatinkan. Kekerasan ada dimana-mana hampir di sekeliling kita kekerasan selalu terjadi dari anak-anak hingga orang dewasa menjadi korban kekerasan.

“Kini kekerasan bukan hanya menjadi produk kekuasaan. Tapi masyarakat pun turut memproduk kekerasan itu sendiri. Dan, sungguh mengejutkan, ketika agama menjadi alat memproduk kekerasan,” katanya.

Ia mengatkan, padahal, agama tidak pernah mengajarkan kekerasan, agama tidak pernah mengajarkan kebencian dan agama tidak pernah mengajarkan permusuhan.

Lebih jauh joko menuturkan, agama adalah rumah kedamaian yang didalamnya berisi ruang-ruang yaitu, ruang kasih sayang, ruang cinta kasih, ruang kelembutan dan ruang pelayanan, semua ini adalah sarana untuk menjalin kebersamaan antar umat bergama.

Joko mengungkapkan, ketika kita mengikrarkan sebagai orang beragama maka, kita harus menjadikan manusia itu sendiri untuk lebih baik. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai mahluk yang paling mulia. Mahluk yang paling tinggi derajatnya,dengan kemuliaan dan derajat yang tinggi, seharusnya manusia saling menyayangi dan saling mencintai.

“Bukan untuk membenci manusia lainnya. Bukan untuk mencaci manusia lainnya. Apalagi, menyakiti atau melukai,” ucapnya.

Suasana Natal Di Kejaksaan
Suasana acara natal bersama di halaman kejari Ketapang Senin (16/1) malam

Menurutnya, sebagai hasil dari proses keberagamaan, bukan saja membentuk kesalehan personal tapi juga membentuk kesalehan sosial. Wujud sebagai bentuk kesalehan sosial diekspresikan dengan menjalankan tanggung jawab sosial.

Dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sosial tesebut, maka harus dibangun kebersamaan. Tanpa kebersamaan, kita tidak akan mampu menjalankan tanggung jawab tersebut.

Ia menjelaskan, wujudnya adalah membangun gedung sekolah mendirikan rumah ibadah seprti masjid dan gereja, membantu orang miskin dan anak-anak terlantar serta menjaga kedamaian, kerukunan umat dipelihara dan inilah bentuk tanggung jawab sosial sebagai orang beragama.

“Kalaupun ada perbedaan dalam kehidupan beragama jangan pernah takut dan jangan pernah menghilangkan perbedaan itu sendiri. Jika dilakukan, berarti kita menghilangkan eksistensi diri kita sendiri sebagai manusia,” tuturnya.

Joko menegaskan, perbedaan sudah menjadi kodrat ilahi. Tuhan menciptakan perbedaan untuk saling mengenal saling melengkapi dan saling membantu.

“Oleh karena itu, jadikanlah agama sebagai rumah kedamaian, bukan rumah kekerasan,;dengan ini kita akan menciptakan perdamaian dan kebersamaan dalam hidup yang dilandasi satu kasih,” tutup Joko.(dra)

Leave a Reply

Your email address will not be published.